Penghina Wali Kota Surabaya Ditangkap

Penghina Wali Kota Surabaya Ditangkap
Kediaman ibu rumah tangga yang diduga telah melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharni. ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Minggu, 2 Februari 2020 | 16:21 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Polisi mengamankan ibu rumah tangga yang diduga telah melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharni di kediamanya di Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04/16, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor. Pelaku menghina Risma di media sosial dengan menyebutnya mirip binatang.

Saat Beritasatu.com menyambangi kediamanya, Minggu (2/2/2020) siang. Rumah pelaku pun nampak tidak ada aktivitas berarti. Pintu pagar pun tertutup dan hanya terdapat asisten rumah tangga yang berada di dalam rumah.

"Sekarang kosong, cuma bibinya bersih-bersih rumah aja yang jendela buka tadi," kata Ketua RW setempat, Priyono

Priyono menuturkan, polisi mengamankan pelaku pada Jumat (31/1/2020) malam. Ia pun mengaku tidak menyangka salah seorang warganya itu terlibat dalam kasus hukum.

"(Jumat) malam itu ada petugas yang datang ada dari Surabaya, Jakarta sama Kota Bogor. Ternyata diberi penjelasan itu ada kasus yang kaitanya dengan penggunaan bahasa di medsos. Isinya seperti apa, kejadian bagaimana kita tak tahu awalnya, baru tahunya pas kejadian malam itu (penangkapan)," paparnya.

Kata dia, sosok pelaku dikenal sebagai ibu rumah tangga yang baik dan cukup bergaul. Dia, lanjut Priyono, sudah tinggal di rumah tersebut selama empat tahun bersama suami dan tiga orang anaknya.

"Dia cukup lama juga ya di sini, awalnya ngontrak terus dibeli (rumahnya). Setahu saya ini dia punya anak kecil satu, sama dua lagi yang besar. Kala suaminya itu sering berkegiatan di luar jadi tidak setiap hari di rumah. Orangnya biasa saja kok, ada kegiatan lingkungan terlibat, bapaknya juga sering salat jemaah di masjid. Biasa saja orangnya," ungkapnya.

Selama tinggal di lingkunganya, pelaku pun tidak menunjukan sesuatu atau perilaku yang menjurus kepada pengikut kelompok maupun partai tertentu. Oleh karena itu, warga, termasuk dirinya, sangat terkejut atas kasus yang menimpa pelaku.

"Kalau orang partai kan menunjukan hal tertentu, pamflet atau apa lah itu tidak ada. Kampanye soal salah satu warna juga tidak. Pokoknya saya secara pribadi tidak pernah menjurus ke mana-mana tapi tak tahu kalau ke teman yang lain," tambah Priyono.



Sumber: BeritaSatu.com