Pegawai KPK Kenang Jasa Gus Sholah dalam Pemberantasan Korupsi

Pegawai KPK Kenang Jasa Gus Sholah dalam Pemberantasan Korupsi
Sejumlah kerabat mendoakan almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (3/2/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / FMB Senin, 3 Februari 2020 | 20:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid pada Minggu (2/2/2020). Para pegawai Lembaga Antikorupsi mengenang Gus Sholah, sapaan Salahuddin Wahid, sebagai tokoh bangsa yang berjasa pada pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Keluarga besar pegawai KPK turut berduka cita atas meninggalnya Kyai Haji Salahuddin Wahid (Gus Solah). Dengan wafatnya Beliau, Indonesia telah kehilangan tokoh nasional, bapak bangsa dan sosok negarawan yang juga berjasa dalam pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Ketua Wadah Pegawai (WP-KPK) Yudi Purnomo Harahap dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Selama ini, Yudi mengatakan Gus Sholah merupakan salah satu tokoh yang selalu menjaga KPK, baik dengan dukungan datang langsung ke gedung KPK, maupun dengan mendukung upaya KPK di bidang pencegahan korupsi. Bahkan, pada 2017 lalu, almarhum menggagas Deklarasi Tebuireng untuk melawan budaya korupsi dengan para pemimpin lintas agama.

"Semoga, ke depan akan lahir sosok-sosok pewaris pemikiran beliau yang menjaga negeri ini dalam bingkai kebinekaan, NKRI dan menyuarakan gerakan antikorupsi," kata Yudi.

Diketahui, Gus Sholah tutup usia pada Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB. Gus Sholah sempat kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Putra Gus Sholah, Irfan Wahid mengemukakan ayahnya mengalami komplikasi sakit jantung dan sempat menjalani perawatan di RS Harapan Kita.

"Ada masalah di jantung, ada cairan di selaput jantung dan dioperasi pada Jumat (31/1) itu," kata Ipang Wahid, sapaan akrabnya.

Gus Sholah merupakan adik kandung dari Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Gus Sholah lahir di Jombang, 11 September 1942 dan menghembuskan nafas terakhir pada usia 77 tahun. Rencananya jenazah Gus Sholah dimakamkan di Kompleks Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng.



Sumber: Suara Pembaruan