Ahmad Sahroni Minta BNN Tingkatkan Kinerja

Ahmad Sahroni Minta BNN Tingkatkan Kinerja
Kepala BNN Komjen Heru Winarko didampingi Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni memperlihatkan barang bukti narkoba sebelum dimusnahkan. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Hotman Siregar / RSAT Selasa, 4 Februari 2020 | 21:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni meminta Badan Anti Narkotika Nasional (BNN) terus meningkatkan kinerjanya. Karena narkoba ini sangat merusak masa depan anak-anak kita, maka pemberantasannya juga tidak boleh main-main.

"Saya minta  BNN terus bekerja secara maksimal dalam memberantas penyebaran narkoba di berbagai penjuru Indonesia, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa," ujar Sahroni di sela-sela acara pemusnahan barang bukti jenis sabu yang digelar di halaman gedung BNN di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020)

Tampak hadir dalam acara itu beberapa pejabat BNN seperti Kepala BNN Komjen Heru Winarko dan Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, serta turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni.

Pemusnahan  puluhan kilogram narkoba jenis sabu itu  didapatkan dari penggerebakan di Medan, Sumatera Utara pada akhir tahun lalu. Sabu seberat 51 kg tersebut berhasil disita BNN dari seorang bandar yang biasa menjual barang haram tersebut dengan menggunakan becak motor.

Sahroni mengatakan, dirinya mengapreasiasi keberhasilan BNN dalam mengungkap penyebaran sabu ini, dan berharap pencapaian ini bisa jadi pemicu semangat bagi BNN untuk terus semangat dalam memberantas narkoba, dengan tetap bekerja sama dengan lembaga lain.

Sebagai pimpinan Komisi III yang merupakan mitra kerja BNN, Sahroni menyebut bahwa isu pemberantasan narkoba ini menjadi salah satu fokus di lembaganya, terutama karena semakin maraknya penyebaran narkoba di Indonesia.

Menurut Sahroni penyebaran narkoba di Indonesia ini makin mengkhawatirkan, di mana data terbaru menunjukkan bahwa ada lebih dari 600 titik penyebaran narkoba di Indonesia. Belum lagi seperti diketahui banyak terjadi pengendalian narkoba dari dalam lapas. "Inikan sangat memprihatinkan,” sambung legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.



Sumber: Suara Pembaruan