KPK Cecar Wahyu Setiawan soal Hubungannya dengan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto

KPK Cecar Wahyu Setiawan soal Hubungannya dengan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Wahyu Setiawan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024. (Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso)
Fana Suparman / CAH Rabu, 5 Februari 2020 | 21:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan terkait kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPR. Wahyu yang menyandang status tersangka kasus ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka caleg PDIP, Harun Masiku

Usai diperiksa, Wahyu mengaku dicecar oleh penyidik soal sosok serta hubungannya dengan Harun Masiku. Tak hanya itu, KPK juga mendalami sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto ke Wahyu Setiawan.

"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pak Harun Masiku saya ditanya banyak sekali terkait apakah saya kenal dengan Pak Harun Masiku atau tidak, kenal dengan Pak Hasto atau tidak," kata Wahyu usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Kepada penyidik yang memeriksanya, Wahyu mengklaim tak mengenal sosok Harun. Sebaliknya, Wahyu justru mengaku mengenal Hasto Kristiyanto.

"Ya saya jawab apa adanya bahwa saya tidak kenal Pak Harun Masiku dan saya mengenal Pak Hasto," katanya.

Lebih dari 3 Pekan, KPK Belum Juga Berhasil Bekuk Harun Masiku

Dalam pemeriksaan ini, Wahyu mengaku dicecar penyidik dengan sekitar 20 pertanyaan. Wahyu menekankan, sebagian besar pertanyaan penyidik mengenai hubungannya dengan Harun Masiku dan Hasto Krsitiyanto.

"Ada 20-an pertanyaan, tapi intinya itu. Saya memang tidak kenal (Harun Masiku), enggak pernah ketemu, enggak pernah komunikasi," katanya.

Selain Wahyu, untuk mengusut kasus ini, tim penyidik pun memeriksa kader PDIP Saeful Bahri yang juga menyandang status tersangka. Usai diperiksa, Saeful mengklaim tim penyidik lebih banyak mencecarnya mengenai kronologis terjadinya transaksi suap untuk Wahyu.

"Tadi BAP tambahan kelengkapan saksi untuk pak Wahyu. Tadi cuma kronologis peristiwa saja," katanya.
Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua tersangka dilakukan penyidik untuk mendalami seputar pemberian dan penerimaan uang suap.

"Keterangannya masih seputar tentang pemberian dan penerimaan uang," katanya.

Meski demikian, Ali enggan membeberkan lebih jauh mengenai transaksi suap ini. Termasuk sumber uang yang digunakan Harun untuk menyuap Wahyu melalui Saeful Bahri dan mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Ali Fikri menyebut, rangkaian peristiwa suap ini akan dibeberkan KPK dalam proses persidangan nanti.

"Tentu materi-materi secara detil yang terkait dengan pemberian dan penerimaan uang itu seperti apa dan hubungannya dengan siapa atau sumbernya dari siapa, jumlah pastinya berapa dan seterusnya tentu tidak bisa kami sampaikan saat ini, karena nanti itu akan terbuka dengan sendirinya di persidangan. Memang mekanisme hukumnya demikian, ketika sudah dilimpahkan ke pengadilan tentunya seluruh masyarakat bisa menyaksikan pengadilan yang terbuka untuk umum sehingga bisa melihat, menilai dan apa fakta-fakta yang ada bisa kita dengar dan lihat bersama persidangan berdasarkan keterangan para saksi," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan