Kejar Harun Masiku, Polisi Tak Pasang Batas Waktu

Kejar Harun Masiku, Polisi Tak Pasang Batas Waktu
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah) (Foto: Handout)
Farouk Arnaz / FMB Kamis, 6 Februari 2020 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Polri tidak mempunyai target waktu dalam membekuk tersangka kasus suap dugaan suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR, politisi PDIP Harun Masiku, yang masih buron hingga saat ini. Harun lolos dari OTT KPK pada Rabu (8/1/2020) lalu.

“Kita ada kasus lama, ada kasus baru juga. Kita menentukan kasus (kapan harus terungkap) pun juga tidak bisa. Misalnya tanggal segini kasusnya selesai, kan tidak bisa. Artinya tetap berjalan. Secepatnya,” kata Karo Penmas Brigien Argo Yuwono di Mabes Polri Kamis (6/2/2020).

Apa ada kendala? “Belum ketemu,” jawabnya.

Seperti diberitakan polisi mengaku pencarian telah dilakukan hingga ke ke rumah pribadi Harun di Gowa, Sulawesi Selatan namun yang bersangkutan tidak ada. DPO Harun juga telah disebar ke seluruh Polda dan Polsek.

Harun awalnya diduga ada di Singapura namun kemudian diralat dia ada di Indonesia. Dia telah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta, dari Rp 900 juta yang diminta, dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

KPK menetapkan total empat tersangka dalam kasus ini. Selain Wahyu dan Harun, KPK juga menetapkan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) —yang juga orang kepercayaan Wahyu— Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta bernama Saeful.



Sumber: BeritaSatu.com