KPK Ngotot Kembalikan Kompol Rosa

KPK Ngotot Kembalikan Kompol Rosa
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Fana Suparman / WBP Kamis, 6 Februari 2020 | 22:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengakui telah menerima surat dari Polri terkait pembatalan penarikan Kompol Rosa Purbo Bekti dan Kompol Indra. Namun, KPK ngotot tetap pada keputusan mengembalikan Rosa ke Polri. Hal ini terungkap dalam penjelasan Plt Jubir KPK, Ali Fikri terkait polemik penarikan Rosa.

Diketahui, Rosa merupakan salah seorang tim Satgas KPK yang menangani kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan caleg PDIP, Harun Masiku. Mabes Polri sebelumnya menyatakan membatalkan penarikan Rosa dari KPK karena masa tugasnya baru akan berakhir pada September 2020. Namun, nasib Rosa saat ini terkatung lantaran tak diberikan akses masuk ke Gedung KPK maupun akses ke email pegawai KPK.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan lembaga antirasuah telah memberhentikam Rosa sebagai penyidik KPK dan mengembalikannya ke Mabes Polri. Namun, Rosa tak pernah menerima surat pemberhentian sebagai penyidik KPK. Rosa juga tak mengetahui alasan pimpinan KPK memberhentikan dan mengembalikannya ke Mabes Polri. Selama bertugas di KPK, Rosa tak pernah melanggar disiplin atau dijatuhi sanksi etik.

Ali Fikri menjelaskan, terdapat surat 12 Januari 2020 yang ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM yang berisi penarikan penugasan anggota Polri atas nama Kompol Indra dan Kompol Rossa Purbo Bekti. Dalam surat itu disebutkan alasan penarikan keduanya karena kebutuhan organisasi untuk penugasan di internal Polri. Surat tersebut sampai di Pimpinan KPK pada 14 Januari 2020. Atas surat itu, Pimpinan KPK menyepakati pengembalian Kompol Rosa dan Kompol Indra dan mendisposisikannya kepada Sekjen KPK, Cahya Hardianto Harefa dan Kabiro SDM Chandra Sulistio Reksoprodjo tertanggal 15 Januari 2020. "Jadi per tanggal 15 (Januari) pimpinan lima-limanya sepakat. Tindak lanjut dari disposisi itu kemudian melalui pak Sekjen, Kabiro SDM dan mekanisme birokrasi ya," kata Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Pada 21 Januari 2020, pimpinan KPK menandatangani surat yang ditujukan pada Kapolri mengenai pengembalian Kompol Rosa dan Kompol Indra. Surat tersebut diserahkan ke Mabes Polri pada 24 Januari 2020. "Tadi memang ada tanda terimanya tanggal 24 Januari surat tersebut tadi itu sudah diterima oleh Mabes Polri," kata Ali Fikri.

Ali mengakui dalam proses tersebut, terdapat surat tertanggal 21 Januari 2020 yang ditandatangani Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono. Surat tersebut berisi pembatalan penarikan terhadap Kompol Rosa dan Kompol Indra. "Suratnya kemudian diterima sekretariat Pimpinan KPK tanggal 28 Januari 2020," kata Ali Fikri.

Meski telah menerima surat pembatalan penarikan tersebut, dalam disposisi pada 29 Januari 2020, Firli Bahuri Cs bersepakat tetap pada keputusan sebagaimana keputusan pada 15 Januari 2020. Lima pimpinan KPK bersikukuh Kompol Rosa dan Kompol Indra tetap dikembalikan ke Polri per tanggal 1 Februari 2020. "Tetap posisinya suratnya kembali ke disposisi di awal yang disepakati kelima pimpinan 15 Januari 2020 yang ditindaklanjuti tanggl 21 Januari 2020 tentang pengembalian per 1 Februari 2020 dan sudah diterima tanggal 24 Januari 2020 oleh Mabes Polri. Jadi sejauh ini informasi yang kami dapatkan demikian. Nanti kalau ada perkembangan yang lain akan diinformasikan kepada rekan-rekan semuannya," kata Ali Fikri.

Ali mengklaim proses pengembalian dua pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK itu mengacu pada aturan-aturan kepegawaian yang berlaku di KPK.



Sumber: Suara Pembaruan