KPK Ungkap Mata Kiri Novel Tak Berfungsi Lagi

KPK Ungkap Mata Kiri Novel Tak Berfungsi Lagi
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. (Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta)
Fana Suparman / WBP Jumat, 7 Februari 2020 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kondisi terkini penyidik Novel Baswedan. KPK mendapat informasi mata kiri Novel Baswedan sudah tidak dapat kembali seperti sedia kala. Kondisi ini akibat air keras yang mengenainya 11 April 2017 atau sekitar 2,5 tahun lalu merusak sebagian besar retina mata kiri Novel.

"Hasil pemeriksaan terakhir pada tanggal 5 Februari 2020 di Singapura tim dokter yang selama ini menangani mata Novel menyatakan kondisi mata kiri tidak dapat diperbaiki lagi, karena kerusakan sebagian besar retina," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Jumat (7/2/2020).

Ke Polda Metro Jaya, Novel Beri Keterangan sebagai Korban

Ali mengatakan, mata kiri Novel Baswedan hanya dapat melihat cahaya. Untuk itu, Novel harus tetap menjalani perawatan dan kontrol dokter yang berkelanjutan untuk mencegah infeksi yang mungkin timbul kembali yang dapat menyebabkan diangkatnya bola mata kiri secara keseluruhan. "Sementara, kondisi mata kanan Novel masih sama seperti sebelumnya. Kemampuan melihat sekitar 60% dengan menggunakan lensa khusus. Mata kanan membutuhkan perawatan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya penurunan kemampuan melihat," kata Ali Fikri.

Rekonstruksi Penyiraman Novel Baswedan Peragakan 10 Adegan

Dari hasil pemeriksaan pada 5 Februari 2020, kondisi mata Novel Baswedan terus menurun. Keluhan sakit dan terus menurunnya penglihatan Nmsudah dirasakan Novel sejak enam bulan terakhir. Kondisinya semakin parah dalam sebulan belakangan ini. "Karena keluhan ini, pada 8 Januari 2020 Novel sempat ditangani dokter RS JEC dan diberikan obat. Namun, kondisinya tidak membaik sehingga harus dirujuk kembali menemui tim dokter di Singapura," kata Ali Fikri.

Dari beberapa kali konsultasi dan pemeriksaan, Novel kembali menjalani operasi pada 20 Januari 2020 dan dilakukan pemberian injeksi antibiotik serta pengangkatan cairan mata dalam operasi tersebut. Pada rentang waktu tersebut, Novel dalam pantauan tim dokter. "Dan, tim dokter telah menyimpulkan pada pemeriksaan tanggal 5 Februari 2020 mata kiri Novel hanya dapat melihat cahaya," ungkap Ali Fikri.

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras sepulang salat Subuh dari masjid tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017 lalu. Kedua matanya terluka parah dan harus dirawat intensif di Singapura. Setelah 2,5 tahun proses penanganan dengan sejumlah tim yang dibentuk, kepolisian baru berhasil mengamankan Robby dan Rahmat, dua orang yang diduga meneror Novel pada Kamis (26/12/2019). Keduanya merupakan anggota polisi aktif dari Satuan Brimob. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti motif Robby dan Rahmat meneror Novel. Kepolisian juga belum berhasil mengungkap otak atau pelaku utama dari teror tersebut.

KPK terus mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap secara tuntas kasus teror yang dialami Novel. Apalagi kasus ini telah menjadi perhatian dunia internasional. Hal ini setidaknya tercermin dari penghargaan antikorupsi internasional 2020 yang akan diterima Novel dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF), Malaysia pada Selasa 11 Februari 2020. "Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mendukung pegawai antikorupsi yang menjadi target atau terancam jiwa, keselamatan atau kehormatannya karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi," kata Ali Fikri.

Dalam menyidik kasus ini, kepolisian menggelar rekonstruksi atau reka ulang di kediaman Novel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/2/2020) dinihari tadi. Namun, lantaran kondisi kesehatan matanya yang terus menurun, Novel mengikuti rekonstruksi itu. "Sedianya penyidik KPK, Novel Baswedan dijadwalkan untuk mengikuti rekonstruksi terkait perkara penyiraman air keras yang dilakukan terhadapnya. Novel batal hadir karena kondisi kesehatan matanya tersebut. Meski demikian, beberapa waktu terakhir Novel berusaha tetap menjalankan tugasnya sebagai penyidik KPK," kata Ali Fikri.



Sumber: Suara Pembaruan