Kadin: Omnibus Law Benahi Tumpang Tindih Aturan

Kadin: Omnibus Law Benahi Tumpang Tindih Aturan
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi ( Foto: Antara/Sigid Kurniawan )
Novy Lumanauw / WBP Kamis, 13 Februari 2020 | 19:24 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pelaku usaha tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung langkah pemerintah membenahi tumpang tindih peraturan dengan menghadirkan Omnibus Law. Saat ini, Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sedang dalam pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan diharapkan dapat disahkan dalam tidak terlalu lama.

“Sebenarnya, masih banyak peraturan yang tidak harmonis, baik di tingkat pusat maupun daerah. Saya yakin Omnibus Law akan memangkas, menyederhanakan, dan menyelaraskan aturan yang tumpang tindih. Omnibus Law akan berdampak luas bagi dunia usaha dan perekonomian nasional,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Energi, Minyak dan Gas (Migas) Bobby Gafur Umar saat menjadi pembicara pada seminar dalam rangka Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Kamis (13/2/2020).

Ia optimistis, kebijakan pemerintah menghadirkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, selain mengubah wajah ketenagakerjaan Indonesia, juga mengarahkan dunia usaha, dan perekonomian nasional ke posisi yang lebih baik. “Saya yakin Omnibus Law akan membuka kesempatan kerja yang lebih luas, meningkatkan ekosistem investasi, dan berdampak positif bagi iklim usaha di Indonesia,” kata Bobby Gafur Umar.

Bobby yang juga anggota Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law mengatakan, para pelaku usaha memerlukan adanya jaminan kemudahan berusaha dan berinvestasi.

Menurut Bobby, untuk meraih pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2021, salah satu syaratnya pertumbuhan investasi rata-rata 7 persen setiap tahunnya. Sedangkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2024 mendatang, investasi harus tumbuh 40 persen dari nilai investasi tahun 2019. “Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sangat penting untuk meningkatkan investasi,” kata Bobby Gafur Umar.



Sumber: BeritaSatu.com