Bandar Narkoba Diduga Dalangi Kerusuhan Rutan Kabanjahe

Bandar Narkoba Diduga Dalangi Kerusuhan Rutan Kabanjahe
Kericuhan yang menyebabkan kebakaran terjadi di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Rabu (12/02/2020) siang.
Aichi Halik / AHL Kamis, 13 Februari 2020 | 21:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota legislatif angkat bicara terkait peristiwa kerusuhan di rumah tahanan (rutan) Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara pada Rabu (12/2) kemarin.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly harus menjelaskan secara gamblang terkait rusuh tersebut.

"Nanti tanggal 24 kita akan rapat dengan Menkum HAM, tentu karena saya yang mimpin nanti akan saya pertanyakan tentang persoalan ini," kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Desmond menyatakan akan mempertanyakan detail bagaimana kerusuhan itu bisa terjadi. Ia menilai, apabila benar ada penggeledahan narkoba artinya ada andil kesalahan sipir bahkan bisa jadi ada bandar narkoba yang masih beroperasi dari dalam lapas.

"Soal sabu bukan hanya sekedar sabu, saya saat kunjungan kerja pengedarnya juga adalah pegawai lapas. Jadi kalau kita bicara sabu ada benang merah keterkaitan dengan banyak kelembagaan," ujar Desmond.

Desmond mempertanyakan prosedur pengamanan rutan dan lapas untuk mencegah masuknya barang-barang haram dari luar.

"Pertanyaannya, kerusuhan itu di dalam jadi pada saat orang masuk, prosedur masuk lapas itu tidak sesederhana itu. Kalau kerusuhan itu terjadi karena ada barang di dalam, berarti di hulu enggak-enggak beres, penjaganya tidak beres, berarti di dalam itu ada bandar juga," ucap Desmond.



Sumber: BeritaSatu.com