KPK Hargai Hasil Survei yang Sebut Kepuasan Masyarakat Merosot

KPK Hargai Hasil Survei yang Sebut Kepuasan Masyarakat Merosot
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Fana Suparman / MPA Kamis, 13 Februari 2020 | 23:30 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai hasil survei Alvara Research Center yang merilis data kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara di 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya, kepuasan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menurun terutama setelah Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK direvisi.

Berdasarkan survei Alvara pada Agustus 2019, KPK berada di posisi kedua tertinggi, sedangkan pada Februari 2020, Lembaga Antikorupsi berada di peringkat kelima dengan tingkat kepuasan hanya 71,1%.

"KPK tentu menghargai hasil survei tersebut," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/2/2020) malam.

Ali menyadari harapan masyarakat terhadap KPK sangat tinggi. Untuk itu KPK berupaya memaksimalkan kerja-kerja pemberantasan korupsi. Namun, Ali mengatakan pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

"KPK mengajak semua pihak untuk terlibat dalam pemberantasan korupsi. Jika ada kritik terhadap KPK, hal itu kami anggap sebagai penyemangat yang menguatkan KPK dan seluruh insan KPK," katanya.

Ali mengklaim, KPK berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas pemberantasan korupsi di tengah segala tantangan yang ada saat ini. KPK, katanya terus bekerja dengan menetapkan sejumlah tersangka, melakukan penahanan, dan terus melakukan kegiatan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan serta kegiatan-kegiatan lain sesuai tugas pokok fungsi KPK sebagaimana amanat UU No. 19 Tahun 2019.

"Bahkan, jika ada saran lebih lanjut atau data yang lebih rinci yang dapat diberikan ke KPK, maka akan kami pelajari sebagai masukan bagi KPK," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com