Perangi Narkoba, BNN Janji Rangkul Semua Kalangan

Perangi Narkoba, BNN Janji Rangkul Semua Kalangan
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko menyematkan pin kepada penyanyi Didi Kempot yang ditunjuk sebagai duta antinarkoba BNN di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito de Saojoao)
Yeremia Sukoyo / RSAT Jumat, 14 Februari 2020 | 18:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) berjanji akan terus merangkul semua kalangan untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Langkah tersebut penting dilakukan agar Indonesia dapat menjadi negara yang benar-benar bersih dari peredaran narkoba.

"Kita rangkul semua, publik figur, untuk menyuarakan bagaimana kita mengurangi dan meniadakan narkoba," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko sesaat setelah menobatkan penyanyi Didi Kempot sebagai duta anti narkoba sekaligus relawan Anti Narkoba di Kantor BNN, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dalam kesempatan itu, Heru mengingatkan pada tahun 2035, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang cukup besar. Jangan sampai bonus demografi yang dimiliki malah terkena atau terlibat narkoba.

"Khususnya bonus demografi, karena 2035 Indonesia mendapatkan bonus demografi. Kalau misalkan bonusnya terkena narkoba, ambyar," ucap Heru Winarko.

Penyanyi sekaligus pengarang lagu, Didi Kempot, menegaskan, para pemuda bisa menjadi sukses dan berprestasi tanpa menggunakan narkoba. Dirinya mencontohkan telah banyak menciptakan lagu tanpa melibatkan narkoba.

"Akan saya sampaikan untuk berprestasi tanpa narkoba. Selama ini kalau kayaknya tidak seperti itu pun bisa sukses kita semua bisa tanpa narkoba," kata Didi Kempot.

Dalam kesempatan itu dirinya mengingatkan kepada seluruh anak muda di Indonesia agar jangan sekali-kali mencoba narkoba jenis apapun. Anak muda lebih baik tidak kenal sama sekali daripada malah terjerumus menjadi pemakai narkoba.

"Anak muda yang belum pernah memakai atau kenal sama sekali narkoba, lebih baik semakin tidak kenal. Pemuda harus segera sadar karena masa depan masih sangat panjang, termasuk bandar-bandar segera bertaubat karena negara Indonesia anti narkoba," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com