KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Harun Masiku

KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Harun Masiku
Harun Masiku (Foto: istimewa)
Fana Suparman / MPA Jumat, 14 Februari 2020 | 19:45 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibantu aparat kepolisian seluruh Indonesia hingga kini belum juga berhasil membekuk caleg PDIP, Harun Masiku. Sudah sebulan lebih, perburuan buronan kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR itu tak kunjung membuahkan hasil.

Untuk memburu Harun yang hanya seorang caleg PDIP ini, KPK sampai membentuk tim Satgas khusus.

"Kita sudah bentuk tim juga, satgas khusus, kita sudah keluarkan DPO, tapi sampai sekarang kita belum mendapatkan," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

KPK telah melakukan berbagai upaya untuk membekuk Harun. KPK telah meminta Ditjen Imigrasi mencegah Harun ke luar negeri. Selain itu, KPK juga meminta Polisi menetapkan Harun sebagai buronan dan memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, polisi telah menyebarkan informasi mengenai buronnya ke seluruh Polres dan Polda. Namun, hingga kini upaya tersebut masih nir-hasil.

Belakangan, KPK dikabarkan sudah mendeteksi keberadaan Harun Masiku. Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Alex, sapaan Alexander Marwata enggan membeberkan lokasi yang diduga sebagai lokasi persembunyian Harun Masiku.

"Itu yang tidak bisa saya sampaikan. Yang jelas kita sudah memerintahkan, sudah membentuk satgas untuk mencari yang bersangkutan," katanya.

Masih buronnya Harun menjadi pertanyaan banyak pihak. Hal ini mengingat KPK memiliki peralatan dan sumber daya yang mumpuni untuk membekuk seorang tersangka korupsi. Alex menduga selama pelariannya, Harun tidak menggunakan alat komunikasi. Hal ini untuk menghindari aparat.

"Sepanjang dia menggunakan alat komunikasi HP dan sebagainya pasti kita tahu tahu nomor HP yang digunakan yang bersangkutan pasti bisa terdeteksi kan. Tapi dengan pengetahuan yang bersangkutan berkaitan dengan teknologi itu kan dia tahu bahwa HP saya ini bisa dilacak di mana saja apalagi dengan GPS itu. Saya yakin dia juga sudah nggak pakai HP," kata Alex.

Meski demikian, Alex menegaskan tim penyidik tidak kehilangan akal untuk mengejar Harun. Bahkan, kata Alex, KPK telah mengidentifikasi pihak-pihak yang berhubungan dengan Harun.

"Kita berupaya menggunakan berbagai cara untuk mencari yang bersangkutan. Yang pasti kita identifikasi siapa sih orang-orang yang dekat dengan yang bersangkutan. Apakah kita akan menyadap dan sebagainya itu menjadi ranah penyidik," katanya.

Bahkan, KPK tak segan untuk menjerat pihak-pihak yang membatu Harun selama masa pelarian. Untuk itu, KPK kembali mengingatkan Harun untuk menyerahkan diri.

"Kita tetap mencari dan kami berharap yang bersangkutan mudah-mudahan mendengar berita dari teman-teman yang bersangkutan sukarela menyerahkan diri. Kita sambut yang bersangkutan untuk diperiksa," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. 



Sumber: BeritaSatu.com