Dalang Kerusuhan Rutan Kabanjahe Dikirim ke Nusakambangan

Dalang Kerusuhan Rutan Kabanjahe Dikirim ke Nusakambangan
Ilustrasi narapidana (napi) maupun warga binaan. ( Foto: Beritasatu/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / FER Minggu, 16 Februari 2020 | 20:45 WIB

Medan, Beritasatu.com - Narapidana kasus narkoba yang menjadi provokator di balik kerusuhan disertai pembakaran Rumah Tahanan (Rutan) Kabanjahe di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), akan dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Jawa Tengah (Jateng).

Bandar Narkoba Diduga Dalangi Kerusuhan Rutan Kabanjahe

"Bagi mereka (napi) yang terbukti menjadi provokator akan diproses pidana sesuai perbuatannya. Tindakan tegas ini memang diperlukan," ujar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly saat mengunjungi Markas Polres Tanah Karo, Minggu (16/2/2020).

Yasonna mengunjungi kantor polisi itu untuk memberikan dukungan terhadap petugas yang menangani kasus kerusuhan di Rutan Kabanjahe, Rabu (12/2/2020) lalu. Dalam kasus ini, petugas mengamankan 20 orang narapidana yang terlibat dalam pembakaran dan pengrusakan fasilitas di rutan.

"Saat ini, mereka masih menjalani proses pemeriksaan. Mereka yang terbukti terlibat memang diajukan ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika hukumannya di atas 10 tahun maka langsung dikirim ke Lapas Nusakambangan dengan penjagaan maksimal," tegas Yasonna.

Yasonna menambahkan, untuk napi yang terlibat pengrusakan dan pembakaran akan dipindahkan ke lapas di daerah lain. Sementara itu, untuk napi yang masih menjalani proses persidangan, dititipkan sementara di ruang tahanan di Mapolres maupun Polsek.

20 Napi Jadi Tersangka Kerusuhan Rutan Kabanjahe

Seperti diketahui, jumlah narapidana yang kembali ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan disertai pembakaran Rutan Kabanjahe, menjadi 20 orang.

"Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka itu masih menjalani proses pemeriksaan atas tuduhan melakukan pembakaran dan pengrusakan rutan," ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu.

Benny mengatakan, pemeriksaan terhadap seluruh tersangka oleh penyidik guna dilakukan pengembangan untuk mengungkap napi lain yang terlibat dalam pengrusakan fasilitas di Rutan Kabanjahe. Sehingga, jumlah tersangka kemungkinan bisa bertambah.

"Proses hukum tetap berjalan. Kita akan melimpahkan kasus ini ke kejaksaan untuk dilanjutkan proses di pengadilan. Ini merupakan pelanggaran tindak pidana, sehingga napi yang ditetapkan sebagai tersangka, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com