Saksi Akui Serahkan Rp 1,5 Miliar ke Rano Karno

Saksi Akui Serahkan Rp 1,5 Miliar ke Rano Karno
Rano Karno (tengah) saat mengunjungi warga di Kabupaten Serang, Jumat 23 Desember 2016. ( Foto: PR )
Fana Suparman / WBP Kamis, 20 Februari 2020 | 17:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja mengakui menyerahkan uang ke mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Uang sebesar Rp 1,5 miliar itu diserahkan melalui ajudan Rano Karno bernama Yadi. Hal ini diungkapkan Ferdy saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Ferdy menuturkan penyerahan uang itu salah satunya dilakukan di sebuah hotel di kawasan Serang, Banten. Uang dibungkus kantong kertas diserahkan ke ajudan Rano Karno. "Iya (Rp 1,5 miliar). (Uang dalam bentuk) rupiah. Satu kantong aja. Kantong apa namanya, yang ada di toko buku, kantong kertas gitu. Itu tahun 2012 atau 2013 ya, saya lupa," kata Ferdy Prawiradireja.

Tak Hanya Rano Karno, Suti "Atun" Karno Disebut Tercatat di Proyek Pemprov Banten

Ferdy mengklaim tidak tahu menahu mengenai asal sumber uang itu. Namun Ferdy menduga uang itu berasal dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East Kuningan Jakarta.

Dalam surat dakwaan Wawan, Rano Karno disebut jaksa menerima uang Rp 700 juta terkait pengadaan alat kesehatan Pemerintah Provinsi Banten. Rano Karno saat itu menjabat Wakil Gubernur Banten.

Istri Rano Karno Disebut Ikut Terima Uang dalam Proyek Alkes Banten

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata memastikan pihaknya bakal mencermati setiap fakta yang mencuat di persidangan. Termasuk mengenai kerapnya nama Rano Karno disebut dalam sidang "Kita lihat perkembangan fakta hukum di persidangan apa yang terjadi dan terungkap di sana nanti JPU akan membuat laporan terkait fakta persidangan itu akan dipaparkan apakah akan dilakukan penyelidikan atau tidak," kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta.

Jaksa KPK sedianya telah dua kali memanggil Rano Karno untuk dihadirkan dan bersaksi di sidang Wawan, yakni pada 31 Januari 2020 dan 6 Februari 2020. Namun, Rano Karno mangkir dari dua panggilan tersebut. Disinggung mengenai hal ini, Alex memastikan Jaksa akan kembali memanggil Rano Karno sepanjang keterangannya dibutuhkan untuk pembuktian di persidangan. "Nanti JPU yang akan nilai. Tetap akan dihadirkan kalau JPU menilai keterangan yang bersangkutan dirasa diperlukan sementara yang bersangkutan dipanggil nggak hadir kan bisa minta penetapan hakim untuk hadir," kata Alexander Marwata.

Diketahui, Wawan didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengatur proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten TA 2012 serta mengatur dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alkes Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P TA 2012. Atas tindak pidana tersebut, Wawan didakwa menguntungkan diri sendiri orang lain dan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp94,2 miliar. Selain itu, Wawan juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil korupsinya dengan nilai mencapai lebih dari Rp 500 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com