Jaksa KPK Kembali Panggil Rano Karno untuk Bersaksi di Sidang Wawan

Jaksa KPK Kembali Panggil Rano Karno untuk Bersaksi di Sidang Wawan
Rano Karno. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / WBP Kamis, 20 Februari 2020 | 20:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kembali memanggil mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno dalam persidangan perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Rano dipanggil untuk bersaksi dalam persidangan pada Senin (24/2/2020) pekan depan.

"Senin besok, tanggal 24. Kami sudah dapat konfirmasi dari stafnya, Senin katanya datang. Empat hari lagi ya berarti,” kata jaksa KPK Roy Riady di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Jaksa KPK telah dua kali memanggil Rano Karno untuk hadir dan bersaksi di sidang Wawan, yakni pada 31 Januari 2020 dan 6 Februari 2020. Namun, Rano Karno mangkir dari dua panggilan tersebut.

Roy menyatakan, kehadiran Rano diperlukan dalam persidangan Wawan. Salah satunya mengonfirmasi terkait keterangan dari saksi yang menyebut adanya dugaan aliran uang dari Wawan untuk Rano Karno.

Mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja yang bersaksi dalam persidangan pada hari ini misalnya, mengakui menyerahkan uang ke Rano Karno. Uang sebesar Rp 1,5 miliar itu diserahkan melalui ajudan Rano Karno bernama Yadi.
Ferdy menuturkan penyerahan uang itu salah satunya dilakukan di sebuah hotel di kawasan Serang, Banten. Uang dibungkus kantong kertas diserahkan ke ajudan Rano Karno. "Iya (Rp 1,5 miliar). (Uang dalam bentuk) rupiah. Satu kantong aja. Kantong apa namanya, yang ada di toko buku, kantong kertas gitu. Itu tahun 2012 atau 2013 ya, saya lupa," kata Ferdy saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/2/2020). 

Ferdy mengklaim tidak tahu menahu mengenai asal sumber uang itu. Namun Ferdy menduga uang itu berasal dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East Kuningan Jakarta.

Dalam surat dakwaan Wawan, Rano Karno disebut jaksa menerima uang Rp 700 juta terkait pengadaan alat kesehatan Pemerintah Provinsi Banten. Rano Karno saat itu menjabat Wakil Gubernur Banten.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata memastikan pihaknya bakal mencermati setiap fakta yang mencuat di persidangan. Termasuk mengenai kerapnya nama Rano Karno disebut dalam sidang "Kita lihat perkembangan fakta hukum di persidangan apa yang terjadi dan terungkap di sana nanti JPU akan membuat laporan terkait fakta persidangan itu akan dipaparkan apakah akan dilakukan penyelidikan atau tidak," kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta.

Diketahui, Wawan didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan mengatur proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten TA 2012 serta mengatur dan mengarahkan pelaksanaan Pengadaan Alkes Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P TA 2012. Atas tindak pidana tersebut, Wawan didakwa menguntungkan diri sendiri orang lain dan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp94,2 miliar. Selain itu, Wawan juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil korupsinya dengan nilai mencapai lebih dari Rp 500 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com