36 Perkara Dihentikan, KPK Sebut Bukan Hal Baru

36 Perkara Dihentikan, KPK Sebut Bukan Hal Baru
Alexander Marwata. (Foto: Antara)
Fana Suparman / CAH Jumat, 21 Februari 2020 | 21:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengklaim penghentian penanganan perkara di tahap penyelidikan bukan hal yang baru. Alexander yang juga pimpinan KPK Jilid IV menyebut selama masa kepimpinan Agus Rahardjo Cs terdapat lebih dari 100 penyelidikan yang dihentikan.

"Bahkan di jilid IV, di mana saya termasuk juga di dalamnya, ada 100, bahkan lebih dari 100 kasus yang dihentikan," kata Alex dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Alex, sapaan Alexander Marwata mengatakan, penghentian 36 penyelidikan sudah sesuai dengan Pasal 44 Ayat 3 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Pasal 44 Ayat 3 berbunyi, "Dalam hal penyelidik melakukan tugasnya tidak menemukan bukti permulaan yang cukup sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelidik melaporkan kepada KPK dan KPK menghentikan penyelidikan".

Baca JugaKPK Klaim Penyelidikan Kasus Newmont dan Century Tak Dihentikan

Apalagi, kata Alex, 36 kasus yang penyelidikannya dihentikan sebagian besar merupakan kasus lama. Bahkan, terdapat kasus yang penyelidikan tertutup sudah dilakukan sejak tahun 2010.

"Penyelidikan tertutup ini kalau saya baca datanya ini ada penyelidikan tertutupnya dilakukan tahun 2010. Nah, ini ada surat tugas perintah penyelidikan yang tanda tangan Pak Abraham Samad ini tertanggal 20 Januari 2012. Di situ dikatakan surat penyelidikan ini berlaku sejak dikeluarkan sampai ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk dapat ditindaklanjuti ke penyidikan atau dihentikan berdasarkan putusan pimpinan KPK," katanya.

Alex mengatakan, pengumuman penghentian penanganan perkara baru pertama kali dilakukan KPK. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga antirasuah kepada publik. Namun, Alex mengaku tak menyangka jika pengumuman penghentian penyelidikan ini bakal menuai kontroversi.

"Kita juga tidak menyangka kemudian menjadi heboh luar biasa seperti ini seolah musim gugur pemberantasan korupsi. Nggak juga. Banyak sprindik baru yang kita terbitkan dalam periode ini. Nggak ada persoalan. Semata-mata hanya untuk akuntabilitas dan transparansi yang bisa kita sampaikan," katanya.

Meski demikian, Alex mengatakan, 36 perkara tersebut bukanlah yang terakhir dihentikan KPK. Saat ini, kata Alex penyelidik sedang mengevaluasi 366 perkara untuk diputuskan apakah akan dilanjutkan atau dihentikan. Jumlah perkara itu merupakan data sepanjang tahun 2008 sampai 2020.

"Kita akan minta terus penyelidik mengevaluasi dan 366 penyelidikan yang masih terbuka, kita minta lakukan evaluasi," katanya. 

 

 



Sumber: BeritaSatu.com