Saut Situmorang Minta KPK Gencarkan OTT

Saut Situmorang Minta KPK Gencarkan OTT
Saut Situmorang. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / FER Minggu, 23 Februari 2020 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) diminta membuktikan diri kepada publik bahwa penegakan hukum tidak surut. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak operasi tangkap (OTT).

Baca Juga: Hentikan 36 Penyelidikan, Pimpinan KPK Tak Lapor ke Dewas

Mantan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, tidak terlalu mempermasalahkan langkah lembaga antikorupsi yang menghentikan 36 penyelidikan.

"Saya berharap penghentian (penyelidikan) ini diimbangi penyelidikan-penyelidikan baru yang kemudian lebih intens. Kemudian OTT lebih banyak. Harapan kita seperti itu," kata Saut dalam diskusi 'Dear KPK: Kok Main Hapus Kasus?' di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Saut bersama empat pimpinan KPK Jilid IV lainnya menargetkan 200 hingga 300 OTT setiap tahun. KPK saat ini, diharapkan tetap memasang target yang sama untuk menunjukkan kinerja penindakan kepada publik.

Baca Juga: KPK Diminta Awasi Pemilihan Wagub DKI

Kalaupun tidak dapat menangani kasus dalam jumlah banyak karena keterbatasan sumber daya, KPK diminta fokus menangani kasus-kasus yang kerugian keuangan negaranya besar. Terutama, untuk kasus-kasus yang berdasarkan putusan pengadilan masih ada pihak-pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

"Banyaknya OTT atau apa, saya nggak tahu apakah targetnya masih 200 atau 300 (OTT). Walaupun kuantifikasinya tidak tercapai, tapi yang paling penting bisa diatasi dari kualitas kasusnya. Masih banyak yang sudah disebut sebelumnya. Sudah jelas dalam putusan si xxxxxx itu sudah ada. Itu kalau dinaikan (ke tahap penyidikan) itu keren banget. Mungkin itu bisa mengembalikan kepercayaan publik," tegas Saut.

Dalam kesempatan ini, Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri mengatakan, kerja-kerja penindakan KPK tidak pernah menurun. Selama periode kepemimpinan Firli Cs yang sudah berjalan dua bulan, KPK telah menerbitkan 50 surat perintah penyelidikan, 21 sprindik, penahanan ada 17.

Baca Juga: KPK Terus Berusaha Maksimal Tangkap Harun Masiku

"Ada perkara yang sedang ditangani yang potensi kerugian keuangan negaranya Rp 598 miliar yang saat ini sedang berjalan," katanya.

Ali mengatakan, pihaknya juga terus mengembangkan kasus-kasus besar warisan dari era pimpinan sebelumnya. "Kami terus bekerja. Kalau disampaikan ada beberapa peninggalan, itu yang terus kita lakukan. Kami terus kaji untuk kemudian bisa ditingkatkan lagi ke penyidikan dan seterusnya," kata Ali.



Sumber: BeritaSatu.com