Jakarta Banjir, KPK Urung Periksa Ketua dan Komisioner KPU

Jakarta Banjir, KPK Urung Periksa Ketua dan Komisioner KPU
Wahyu Setiawan. (Foto: Antara)
Fana Suparman / WM Selasa, 25 Februari 2020 | 21:31 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (25/2/2020) pagi tak hanya menghambat roda perekonomian. Banjir dan hujan deras juga berdampak pada proses penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akibat banjir, tim penyidik KPK urung memeriksa empat saksi kasus dugaan suap proses PAW Caleg PDIP. Keempat saksi itu, yakni Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman; Komisioner KPU, Evi Novida Ginting; anggota DPR Fraksi PDIP, Riezky Aprilia dan advokat PDIP, Donny Tri Istiqomah. Pemeriksaan terhadap Arief, Evi dan Riezky dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka kader PDIP, Saeful Bahri. Sementara Donny diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas dengan tersangka mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, berdasarkan kesepakatan penyidik dengan keempat saksi, pemeriksaan pada hari ini ditunda.

"Hari ini karena kendala teknis, kita tahu semua hari ini ada cuaca yang tidak bersahabat sehingga kemudian sepakat para saksi dan penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Meski demikian, Ali mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pemeriksaan terhadap keempat saksi ini akan dilakukan.

"Untuk waktunya nanti akan disampaikan," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta.

Bahkan, seorang warga mengaku melihat Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia.

Meski dipastikan telah berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai buronan atau daftar pencarian orang (DPO).



Sumber: BeritaSatu.com