Dicopot dari Dirjenpas, Sri Puguh Budi Utami Mengaku Sudah Berupaya Benahi Lapas

Dicopot dari Dirjenpas, Sri Puguh Budi Utami Mengaku Sudah Berupaya Benahi Lapas
Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami (tengah) memberikan pernyataan pers di kantor Ditjen Pemasyarakatan, Jakarta, Jumat (30/11/2018). Sri Puguh Budi Utami memperkirakan kejadian kaburnya narapidana dari Rutan LP Kelas II A Lambaro, Kabupaten Aceh Besar pada Kamis (29/11/2018) malam disebabkan karena penerapan SOP Lapas yang lebih ketat dari sebelumnya. ( Foto: ANTARA. / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / WM Kamis, 27 Februari 2020 | 14:48 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly memutasi Sri Puguh Budi Utami dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Utami bakal dilantik sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemkumham pada Kamis (27/2/2020) sore ini.

Dicopot atau dimutasinya Utami terkesan mendadak. Utami sendiri baru menerima Keppres mengenai mutasinya pada Rabu (26/2/2020) kemarin. Apalagi, Ditjenpas saat ini telah menetapkan 15 resolusi pemasyarakatan pada 2020.

Kepada awak media, Utami mengaku tak mengetahui secara pasti alasan dirinya dimutasi. Utami hanya menduga, mutasi ini sebagai bentuk penyegaran di tubuh Ditjenpas.

"Penyegaran saja, biar lebih optimal, pasti untuk kinerja yang lebih bagus," katanya.

Utami mengaku tak ingin berpikir jauh mengenai alasannya dicopot. Utami mengaku sudah bersyukur diberi kesempatan menjadi Dirjenpas perempuan pertama.

Utami mengklaim telah berupaya untuk membenahi berbagai persoalan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) selama menjabat sebagai Ditjenpas sekitar dua tahun terakhir ini. Meskipun, katanya, masih banyak dari resolusi pemasyarakatan 2020 yang belum tercapai.

"Saya sebagai alumni AKIP, bekerja di pemasyarakatan diberi kesempatan jadi dirjen itu sudah luar biasa. Kebahagiaan saya. Saya menghormati. Dan perempuan. Hanya saya sedih. Saya kok tidak bisa maksimal bekerja sih," katanya.

Utami hanya berharap penggantinya nanti dapat meneruskan program-program yang telah ditetapkan, terutama 15 resolusi pemasyarakatan 2020.

"Karena kami sudah menetapkan dalam putusan Dirjen tahun 2020 yang ingin kami sukseskan mudah-mudahan ini tetap menjadi prioritas untuk dikawal sebagaimana tadi saya sampaikan. Bahwa tahapan ini sudah jalan. Pencapaian sudah ada dari 15 resolusi," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com