Mahfud: Pemblokiran Paspor Eks ISIS Sedang Dilakukan

Mahfud: Pemblokiran Paspor Eks ISIS Sedang Dilakukan
Mahfud MD ( Foto: BeritaSatu Photo / Uthan AR )
Robertus Wardy / FER Jumat, 6 Maret 2020 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam, Mahfud MD, mengemukakan, pemerintah sedang melakukan pemblokiran paspor warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS atau bergabung dalam teroris lintas batas (foreign terrorist fighter/FTF).

Baca: BNPT Telah Mendata Anak-anak WNI Eks ISIS

Dengan pemblokiran tersebut, WNI eks ISIS yang berada di luar negeri dan bergabung dengan ISIS atau FTF, tidak bisa kembali lagi ke tanah air.

"Tadi kita tukar informasi penegasan, sejauh mana Kemkumham sudah melakukan pemblokiran terhadap paspor FTF. Kita pastikan bahwa itu adalah keputusan sidang kabinet bahwa yang FTF, yang sudah terindentifikasi, paspornya ditutup, diblok dulu. Karena dia dalam proses tidak boleh pulang,” kata Mahfud usai mengunjungi Kemkumham di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Pada kunjungan itu, Mahfud juga ingin tahu data yang tepat terkait narapidana teroris (Napiter) yang sudah masuk program radikalisasi. Data itu penting untuk memastikan mereka sudah benar-benar ingin kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau tidak.

Baca: Anggota ISIS Susah Sembuh, Mudah Kumat

"Misalnya, informasinya di Nusakambangan sudah ada 48 mantan napiter yang sekarang sudah kembali ke NKRI, menyatakan kesetian dan menunjukan perilaku ke NKRI. Tahun 2020, sudah ada lebih dari 117. Itu yang kita lihat,” jelas Mahfud.

Menurutnya, mereka yang menyatakan sudah setia ke NKRI akan dilihat proses hukumannya, apakah sudah habis atau belum. Kalau sudah habis, mereka akan ke mana, apa langsung terjun ke masyarakat atau bagaimana. Bagaimana dampaknya kalau mereka langsung terjun ke masyarakat.

"Ya nanti ada prosedur-prosedur lain, prosedur-prosedur hukum lain, apakah hukumannya udah habis atau belum, kan gitu. Kalau sudah habis kan nanti mau dikemanakan,” tegas Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com