Menkominfo Laporkan 5 Hoax Virus Corona ke Polisi

Menkominfo Laporkan 5 Hoax Virus Corona ke Polisi
Menkominfo Johnny G. Plate (kiri). ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Chairul Fikri / FMB Selasa, 10 Maret 2020 | 17:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat hingga Selasa (10/3/2020), ada 187 kasus hoax terkait virus corona. Dari 187 kasus hoax, Kominfo mengaku membawa 5 kasus hoax ke ranah hukum. Hal itu diungkapkan Menkominfo Johnny G Plate saat ditemui di Dewan Pers, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

"Dari 187 kasus hoax tentang corona, ada lima kasus yang kita bawa ke ranah hukum. Karena kami menilai berita bohong yang mereka ciptakan sudah sangat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat terkait penyebaran virus corona di Indonesia. Jadi seperti sudah didesain untuk menimbulkan kepanikan dan kecemasan di masyarakat, makanya kami serahkan lima kasus tersebut kepada kepolisian untuk diusut," ungkap Menkominfo.

Baca juga: Menkominfo: Ada 187 Hoax soal Corona

Menkominfo mencontohkan kasus penyebaran berita bohong yang ditangani oleh Polda Kalimantan Barat, Polda Kalimantan Timur dan Polda Metro Jaya.

"Motifnya bermacam-macam, tapi pada intinya mereka ingin berita yang mereka sebarkan akan menimbulkan kepanikan dan cukup meresahkan seperti naiknya harga jahe dan jamu tradisional sebagai obat corona. Terkait dengan yang lain, kami sudah take down," ujarnya.

Menkominfo sendiri mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya atas beredarnya berita-berita yang tersebar melalui media sosial.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dihubungi terpisah menyatakan akan menindaklanjuti laporan Kominfo terkait berita bohong soal corona.

"Kita komunikasikan dengan Kominfo kaitan dengan informasi tersebut. Ya nanti dicek ke cyber, mereka yang nantinya akan menyatakan apakah akan dilanjutkan ke proses hukum atau bagaimana. Tapi yang jelas laporan dari Kominfo akan kami tindaklanjuti. Kami berharap masyarakat semakin cerdas melihatnya, makanya selalu memberikan edukasi agar tidak terpengaruh," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com