Update Status WA, HP Eks Menpora Imam Nahrawi Diperiksa

Update Status WA, HP Eks Menpora Imam Nahrawi Diperiksa
Imam Nahrawi. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Rabu, 11 Maret 2020 | 08:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Divisi Forensik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang meneliti handphone milik mantan Menpora Imam Nahrawi. Pemeriksaan terhadap HP tersebut dilakukan untuk mendalami adanya unggahan pada aplikasi whatsapp dengan nomor telepon Imam Nahrawi pada Kamis (5/3/2020) sekitar pukul 18.23 WIB. Padahal, Imam yang menjadi terdakwa perkara dugaan suap dana hibah KONI dan dugaan gratifikasi sedang mendekam di sel tahanan Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, Kepala Rutan KPK menggelar inspeksi mendadak atau sidak untuk mendalami informasi adanya unggahan di aplikasi whatsapp dengan nomor telepon Imam Nahrawi. Saat sidak itu, Karutan KPK menemukan ada alat bukti elektronik berupa handphone yang sudah dalam keadaan mati. Untuk itu, petugas Rutan pun memeriksa Imam Nahrawi.

Baca JugaImam Nahrawi Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 20 Miliar

"Namun sampai informasi terakhir yang kami terima, (Imam Nahrawi) tidak mengakui bahwa yang bersangkutan telah menggunakan handphone dan mengunggah status di WA-nya," kata Ali di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/2/3/2020).

KPK tak mempercayai begitu saja klaim Imam. Untuk itu, kata Ali, tim forensik KPK membawa HP tersebut untuk diperiksa lebih mendalam.

"Dibawa ke Divisi Forensik di KPK untuk ditelaah lebih dalam isinya, mudah mudahan nanti dapat," katanya.

Tak hanya memeriksa Imam dan HP miliknya, petugas Rutan juga turut diperiksa untuk mendalami hal tersebut.

"Ya tentunya secara keseluruhan bagian dari proses itu semua ya tentunya dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terkait dengan ditemukannya handphone di dalam rutan tersebut," katanya.

Baca Juga: Imam Nahrawi Klaim Tak Pernah Minta Tambahan Biaya Operasional Menteri

Jika terbukti membawa atau menggunakan telepon genggam di dalam Rutan, Imam Nahrawi terancam mendapat sanksi disiplin. Hal ini lantaran peraturan Kemkumham secara tegas melarang para tahanan dan narapidana untuk membawa dan menggunakan telepon genggam.

"Tahanan yang kemudian masuk ke dalam rutan ataupun ketika keluar saat persidangan misalnya demikian itu membawa alat komunikasi atau alat elektronik lain itu ada larangannya dan sanksinya adalah berupa hukuman disiplin. Seperti yang sudah pernah dilakukan di awal tahun, Rutan KPK juga menjatuhkan hukuman pada salah satu tahanan dengan tidak menerima kunjungan dari keluarga selama satu bulan. Kemudian ada beberapa hal di situ ada kategori kategorinya," katanya.

Diketahui, aplikasi whatsapp dengan nomor telepon Imam Nahrawi mengunggah atau memperbarui status pada Kamis (5/3/2020). Unggahan itu berupa foto Imam dan istrinya sedang melaksanakan ibadah haji. Terdapat keterangan pada foto itu yang berbunyi,

"Kenangan haji tahun kemarin setelah antri selama 7 th..haji reguler mendampingi ibunda tercinta dan bibinda yg lemah...smg semua sahabat muslim Allah mudahkan utk bisa ziarah makkah madinah lilhajji wal umrah secepatnya.amiiin alfaatihah". 

 



Sumber: BeritaSatu.com