Besok, Sidang Perdana Kasus Dugaan Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan

Besok, Sidang Perdana Kasus Dugaan Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (tengah) berjalan meninggalkan ruang penyidikan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2020). ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Fana F Suparman / WM Rabu, 18 Maret 2020 | 18:17 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK) memastikan bakal mengawal sidang perdana perkara dugaan teror dengan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang bakal digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Kamis (19/3/2020) besok.

Sidang perdana ini mengagendakan mendengarkan Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan terhadap dua terdakwa, Rony Bugis dan Rahmat Kadir Mahulete.

Ketua WP-KPK, Yudi Purnomo Harahap menyatakan, pihaknya akan turun langsung ke PN Jakut mengawal proses persidangan. Hal ini, kata Yudi merupakan bagian dari advokasi yang dilakukan WP-KPK atas kasus teror yang dialami Novel Baswedan.

”Nanti kami dari Wadah Pegawai KPK, sebagai bagian advokasi Bang Novel akan datang kesana sambil melihat situasi dulu ya, kemudian nanti akan melihat dakwaannya seperti apa. Nanti akan kami analisis dan tindaklanjutnya seperti apa,” kata Yudi, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Yudi berharap proses persidangan dapat mengungkap secara terang kasus ini. Termasuk pihak yang menjadi otak dari teror air keras terhadap Novel pada 11 April 2017 silam.

“Kami harap bahwa dalam pembacaan dakwaan itu, terungkap seluruh fakta-fakta terkait dengan penyerangan Bang Novel. kedua juga terkait dengan siapa saja pelakunya. Jadi kami harapkan seperti itu dan kami akan datang jika memang memungkinkan ya untuk kesana sambil melihat situasi yang ada, karena ini menjadi penting juga,” kata Yudi.

Tidak hanya WP KPK, kata Yudi, sejumlah perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil juga berencana untuk mengawal langsung jalannya persidangan. Menurutnya, sidang perdana ini krusial untuk menilai fakta-fakta yang dikumpulkan selama proses penyidikan kasus teror ini.

”Jadi nanti kita akan lihat bagaimana proses persidangannya. Makanya kenapa dakwaan itu penting untuk dilihat, karena disitulah semua proses dari awal sampai akhir terkait dengan fakta-fakta yang dilakukan oleh pelaku tergambar disitu,” imbuhnya.

Diberitakan, PN Jakut akan menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Rony Bugis dan Rahmat Kadir Mahulete. Sidang ini akan dipimpin Ketua Majelis Hakim Djuyamto, dengan anggota Taufan Mandala dan Agus Darwanta serta Panitera Penganti M Ichsan.

Sebelumnya, Polri telah menangkap dua tersangka penyiram air keras terhadap Novel Baswedan, Kamis (26/12/2019) lalu. Penangkapan terhadap Rony dan Rahmat yang merupakan polisi aktif itu dilakukan kepolisian setelah melalui proses yang panjang dengan berbagai tim yang dibentuk sejak teror terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam.

Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti motif Rony dan Rahmat meneror Novel. Kepolisian juga belum berhasil mengungkap otak atau pelaku utama dari teter yang membuat kedua mata Novel terluka parah tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com