Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Pegawai KPK

Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Pegawai KPK
Ilustrasi KPK. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YS Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai adanya pihak-pihak tertentu yang mengaku sebagai bagian dari KPK atau bekerja sama dengan KPK dengan modus rekrutmen pegawai.

KPK menegaskan saat ini tidak sedang membuka rekrutmen pegawai.

"Program rekrutmen pegawai KPK selalu diumumkan melalui situs resmi KPK dan surat kabar nasional. Selain itu, serta tidak pernah memungut biaya administrasi kepada para calon pelamar," kata Plt Jubir KPK Ipi Maryati dalam keterangan pers, Jumat (20/3/2020).

Ipi mengungkapkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak pihak yang sengaja mengaku sebagai bagian dari KPK, dan kemudian melakukan penipuan demi meraup untung pribadi. Dalam kesempatan ini, KPK juga mengingatkan terdapat beberapa pihak yang mengaku sebagai mitra atau pihak kepanjangan KPK dengan menggunakan nama organisasi kemasyarakatan yang mirip KPK serta dalam kegiatannya menggunakan nama KPK.

"Sehingga seolah-olah kegiatan tersebut benar diadakan oleh KPK, padahal yang sebenarnya KPK tidak pernah bekerja sama dan mengadakan kegiatan dengan para pihak yang menggunakan nama yang mirip dengan KPK tersebut," katanya.

Imbauan disampaikan lantaran adanya informasi yang baru-baru ini diterima KPK pada Selasa (17/3/2020). Informasi itu menyebut adanya rekrutmen anggota LSM dengan nama mirip KPK di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.

"Dengan peristiwa ini, KPK meminta masyarakat berhati-hati. KPK juga mengingatkan bahwa hingga saat ini, KPK hanya berada di ibu kota negara, yaitu Jakarta. KPK juga tidak memiliki atau tidak membuka kantor cabang atau kantor wilayah di daerah lain," tegasnya.

KPK meminta masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan adanya pihak yang mencurigakan atau ada indikasi mencari keuntungan pribadi atau golongan dengan menggunakan nama KPK. Selain kepada pihak kepolisian, pelaporan juga dapat dilakukan masyarakat dengan menghubungi KPK melalui call center KPK di 198.



Sumber: Suara Pembaruan