KPK Ingatkan Pelaku Korupsi Saat Wabah Corona Diancam Pidana Mati

KPK Ingatkan Pelaku Korupsi Saat Wabah Corona Diancam Pidana Mati
Firli Bahuri. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / FER Minggu, 22 Maret 2020 | 16:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menekankan, pihaknya tak segan untuk menindak penyelenggara negara yang justru memanfaatkan wabah virus corona untuk mencuri uang negara.

Baca: Kasus Positif Corona di Jateng Bertambah

Bahkan, pelaku korupsi saat bencana seperti wabah corona dapat diancam dijatuhi pidana mati seperti yang tercantum dalam UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

"Masa sih, ada oknum yang masih melakukan korupsi karena tidak memiliki empati kepada NKRI. Ingat, korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati," kata Firli dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Firli menekankan, tim penyelidik, penyidik dan penuntut umum KPK masih terus bekerja memberantas korupsi, meski di tengah risiko wabah corona. KPK menaruh perhatian khusus untuk mengawasi proses penanggulangan virus corona. Untuk itu, KPK meminta setiap penyelenggara negara tidak melakukan penyimpangan.

"Saya kira, semua pihak saat ini fokus kepada penanganan virus corona dan KPK pun memberikan perhatian dengan melakukan monitoring atau pengawasan atas kegiatan tersebut. Ini juga tidak kalah pentingnya, karena wujud kecintaan sesama anak negeri. Semoga semuanya bisa cepat tertangani. Walaupun suasana penuh keprihatinan, tapi kami tetap semangat dalam upaya pemberantasan korupsi, membangun dan menggelorakan semangat budaya antikorupsi," katanya.

Baca: Gugus Tugas Rumuskan Enam Alat Prioritas Penanganan Corona

Firli menyatakan, belum adanya OTT dalam kurun dua bulan terakhir bukan berarti KPK tidak bekerja mencegah dan memberantas korupsi. Dikatakan, saat ini pihaknya sedang fokus memperkuat pencegahan korupsi yang dinilai lebih konstruktif, efisien dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

"Bayangkan jika pencegahan tidak dilakukan, triliunan rupiah anggaran pengentasan kemiskinan, penanganan bencana dan lainnya akan dicuri koruptor. Berapa juta orang miskin dan anak putus sekolah yang bisa diselamatkan dengan sistem pencegahan yang kuat. Berapa nyawa yang akan terselamatkan. Itulah mengapa KPK berkoordinasi intensif dengan seluruh kementerian dan lembaga negara lainnya," kata Firli.

Meski fokus memperkuat pencegahan, hal tersebut bukan berarti penindakan KPK menjadi lemah. Ditegaskan, meski sedang ada wabah korona, tim penyelidik dan penyidik KPK terus bekerja mengusut kasus-kasus korupsi di berbagai daerah.

"Rekan-rekan kami baik penyelidik maupun penyidik, mereka tetap melakukan kegiatan di beberapa daerah propinsi untuk melakukan kegiatan untuk mencari dan menemukan peristiwa korupsi, meminta keterangan para saksi dan melakukan penggeledahan untuk mencari serta mengumpulkan barang bukti," tegas Firli.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com