Pandemi Corona, KPK Klaim Masih Buru Harun Masiku

Pandemi Corona, KPK Klaim Masih Buru Harun Masiku
Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: Antara)
Fana Suparman / JAS Senin, 23 Maret 2020 | 18:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih terus menjalankan fungsi penindakan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. KPK mengklaim tetap memburu pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang atau buronan, termasuk caleg PDIP Harun Masiku yang menjadi buronan kasus dugaan suap proses PAW Anggota DPR.

"Info teman-teman di lapangan masih terus dilakukan (pencarian)," kata Plt Jubir Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2020).

Dalam memburu Harun, terdapat protokol yang dijalankan tim penyidik untuk mencegah terpapar virus corona. Salah satunya dengan melengkapi diri menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Tentu dengan penyesuaian dan tetap waspada terhadap penyebaran wabah corona misal dengan memakai alat pelindung diri," kata Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah "hilang ditelan bumi". Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun Masiku belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun Masiku telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, seorang warga mengaku melihatnya setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia.

Belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun Masiku telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan telah berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai buronan atau daftar pencarian orang (DPO). 



Sumber: BeritaSatu.com