Hakim Agung Wafat, Pegawai MA Dilarang Melayat

Hakim Agung Wafat, Pegawai MA Dilarang Melayat
Suasana wawancara terhadap calon hakim agung (CHA) Tahun 2019 pada hari pertama, Selasa (12/11/2019) di Gedung KY, Jakarta. ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / HA Kamis, 26 Maret 2020 | 21:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim Agung Maruap Dohmatiga Pasaribu meninggal dunia di Jakarta pada Rabu (25/3/2020) malam. Belum diketahui penyebab wafatnya hakim tersebut, tetapi pihak Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto melarang pegawai dan petinggi Mahkamah Agung (MA) untuk melayat dan menghadiri pemakaman.

Jenazah mendiang juga tidak disemayamkan di Kantor MA.

"Menurut dokter RSPAD, pihak rumah sakit sudah punya SOP (prosedur operasi standar) sendiri, oleh karena itu pihak rumah sakit melarang pihak MA untuk melayat ke RSPAD, sehingga atas dasar pelarangan tersebut, pimpinan MA menyatakan Pak Pasaribu tidak disemayamkan di kantor MA dan tidak menghadiri pemakaman beliau," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (26/3/2020).

Andi mengatakan jenazah Hakim Agung MD Pasaribu juga tidak dibawa ke Apartemen Setneg tempat tinggalnya. Mendiang MD Pasaribu langsung diberangkatkan dari RSPAD pada Kamis (26/3/2020) pukul 08.00 WIB ke tempat peristirahatan terakhir di Tegal Alur.

"Pak Pasaribu diberangkatkan dari RSPAD pada pukul 08.00 WIB ke tempat peristirahatan terakhir di Tegal Alur," katanya.

Andi mengatakan akhir-akhir ini, Pasaribu memang sering mengeluh kurang enak badan. Meski demikian Pasaribu tetap masuk kantor dan menghadiri sidang-sidang.

"Kemudian di RSPAD dirawat sekitar dua hari," kata Andi.

Sebelum menjabat Hakim Agung MA, Pasaribu menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan. Pasaribu mulai menjabat sebagai Hakim Agung sejak 31 Oktober 2013 lalu.

"Selamat jalan Yang Mulia teman sejawat MD Pasaribu," ungkap Andi.



Sumber: BeritaSatu.com