KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Komisioner KPU Wahyu Setiawan, berada di mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Fana F Suparman / CAH Jumat, 3 April 2020 | 20:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan nampaknya bakal lebih lama mendekam di sel tahanan Rutan Pomdam Jaya Guntur. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Wahyu yang menyandang status tersangka kasus dugaan suap proses PAW Anggota DPR.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, masa penahanan Wahyu dan mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina yang juga tersangka kasus yang sama diperpanjang selama 30 hari ke depan sejak 8 April 2020. Untuk itu, Wahyu dan Agustiani Tio yang juga mantan caleg PDIP itu bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 7 Mei 2020.

Baca JugaKasus Harun Masiku, Kader PDIP Didakwa Suap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

"Penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka WS (Wahyu Setiawan) dan tersangka ATF (Agustiani Tio Fridelina) untuk 30 hari berdasarkan Penetapan PN Jakarta Pusat yang kedua terhitung sejak tanggal 8 April 2020 sampai dengan 7 Mei 2020," kata Ali melalui pesan singkat, Jumat (3/4/2020).

Ali mengklaim, tim penyidik terus mengusut kasus ini. Dikatakan, pada hari ini, tim penyidik memeriksa Wahyu dan Agustiani Tio. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami rangkaian suap yang diterima Wahyu dan Agustiani Tio dari kader PDIP, Saiful Bahri dan mantan caleg PDIP, Harun Masiku. Saiful Bahri diketahui telah didakwa memberikan suap kepada Wahyu dan Agustiani Tio sebesar Rp 600 juta dari komitmen Rp 1,5 miliar. Sementara, Harun Masiku hingga kini masih buron.

Baca JugaTanpa Harun Masiku, KPK Yakin Bisa Buktikan Suap ke Eks Komisioner KPU

"Penyidik juga melanjutkan pemeriksaan kepada tersangka WS dan tersangka ATF terkait dengan rangkaian perbuatan penerimaan uang yang diterima dari Saiful Bahri dan tersangka HM (Harun Masiku)," kata Ali.



Sumber: BeritaSatu.com