Kasus Alih Fungsi Hutan, KPK Tahan Legal Manager Duta Palma Grup

Kasus Alih Fungsi Hutan, KPK Tahan Legal Manager Duta Palma Grup
Ilustrasi korupsi. ( Foto: Beritasatu.com )
Fana Suparman / WBP Minggu, 5 April 2020 | 14:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menahan Suheri Terta selaku legal manager PT Duta Palma Grup. Suheri merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

"Setelah dilakukan serangkaian penyidikan, KPK melakukan penahanan pada tersangka STR (Suheri Terta) dalam dugaan korupsi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014 pada Kementerian Kehutanan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Minggu (5/4/2020).

Ali mengatakan, tim penyidik menahan Suheri di Rutan Gedung KPK lama. Suheri bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari ke depan. "Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 5 April 2020 sampai dengan 24 April 2020. Tersangka ditahan di Rutan Cabang KPK di Gedung KPK Kavling C1," kata Ali.

Berita Acara Penahanan telah ditandatangani Suheri di Gedung KPK pada Jumat (3/5/2020) lalu. Penahanan ini dilakukan KPK setelah Suheri menjalani hukuman penjara selama setahun di Rutan Pekanbaru atas kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan. Suheri yang sempat buron selama empat tahun itu mulai menjalani hukuman atas kasus kebakaran hutan pada 2019 dan hukumannya berakhir pada 5 April 2020. "Sejak Februari 2020 atas izin dari Dirjenpas penahanan dipindahkan ke Rutan KPK untuk memudahkan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi oleh KPK," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan anak usaha PT Duta Palma Group, PT Palma Satu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014. Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma, Surya Darmadi dan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta. Penetapan tersangka terhadap ketiga pihak tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap alih fungsi hutan Riau yang sebelumnya menjerat Annas Maamun selaku Gubernur Riau dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Gulat Medali Emas Manurung serta Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan. Surya Darmadi bersama-sama Suheri diduga menyuap Annas Maamun sebesar Rp 3 miliar melalui Gulat Manurung. Suap itu diberikan terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com