Terpilih Sebagai Ketua MA, Syarifuddin Minta Dukungan Wujudkan Badan Peradilan yang Agung

Terpilih Sebagai Ketua MA, Syarifuddin Minta Dukungan Wujudkan Badan Peradilan yang Agung
Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin. ( Foto: Istimewa )
Fana F Suparman / WM Senin, 6 April 2020 | 14:24 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial Muhammad Syarifuddin terpilih sebagai Ketua MA periode 2020-2025 menggantikan Hatta Ali yang memasuki masa pensiun.

Dalam Sidang Paripurana Khusus Pemilihan Ketua MA yang disiarkan melalui layanan livestreaming dari Gedung MA, Jakarta, Senin (6/4/2020), Syarifuddin memperoleh 32 suara dari 47 suara.

Dalam sambutannya seusai terpilih, Syarifuddin berterima kasih kepada para Hakim Agung yang telah mempercayainya untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan Ketua MA yang ke-14. Syarifuddin berharap setelah pemilihan ini, seluruh elemen peradilan kembali bersatu padu agar lembaga peradilan semakin baik di kemudian hari.

"Mulai hari ini selesai sudah demokrasi kecil ala MA. Diharapkan mulai hari ini pula, tidak ada lagi perbedaan pendapat, dukung mendukung di antara kita. Kita kembali bersatu padu, bahu membahu, menyambut tugas dan tanggung jawab kita ke depan, agar MA dan peradilan lebih baik lagi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini," kata Syarifuddin, Senin (6/4/2020).

Syarifuddin mengatakan, pendahulunya, Hatta Ali telah dinobatkan sebagai bapak pembaruan bangsa dalam badan peradilan.

Hatta Ali, katanya, telah membawa kemajuan dan perubahan yang luar biasa terhadap hukum di Indonesia. Untuk itu, Syarifuddin bertekad melanjutkan dan meningkatkan berbagai capaian MA selama delapan tahun dipimpin Hatta Ali.

Syarifuddin optimistis dengan dukungan seluruh pihak, Badan Peradilan yang Agung sebagaimana visi MA yang tercantum dalam cetak biru MA 2010-2035 dapat segera terwujud.

"Apa yang telah beliau (Hatta Ali) capai bisa kita lanjutkan, dan tingkatkan dengan kemajuan dan saya yakin visi kita, terwujudnya badan peradilan yang agung tidak perlu menunggu tahun 2035, bisa kita capai," katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com