Terpilih Sebagai Ketua MA, Syarifuddin Miliki Harta Rp 3,6 Miliar

Terpilih Sebagai Ketua MA, Syarifuddin Miliki Harta Rp 3,6 Miliar
Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin. ( Foto: Istimewa )
Fana F Suparman / CAH Senin, 6 April 2020 | 19:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial, Muhammad Syarifudin terpilih sebagai Ketua MA periode 2020-2025. menggantikan Hatta Ali yang memasuki masa pensiun. Dalam putaran kedua Sidang Paripurana Khusus Pemilihan Ketua MA di Gedung MA, Jakarta yang disiarkan melalui layanan livestreaming, Senin (6/4/2020), Syarifuddin memperoleh suara terbanyak dengan 32 suara dari 47 suara.

Syarifudin diketahui terakhir melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 28 Maret 2019 untuk periodik 2018. Berdasar laman e-LHKPN.kpk.go.id yang diakses pada Senin (6/4/2020), dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan terakhir kalinya ke KPK itu, Syarifuddin mengaku memiliki harta kekayaan sekitar Rp 3,6 miliar atau tepatnya Rp3.635.205.852.

Harta kekayaan Syarifuddin itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta bergerak, Syarifuddin mengaku memiliki aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Yogyakarta, Ogan Komering Ulu, Banyumas, dan dua bidang tanah dan bangunan lainnya berada di kawasan Jakarta Selatan. Total tanah dan bangunan Syarifuddin senilai Rp2.907.152.000 atau Rp2,9 miliar.

Baca JugaSyarifuddin Terpilih sebagai Ketua MA

Untuk harta bergerak, Syarifuddin mengaku memiliki satu unit mobil Daihatsu Terios tahun 2008 senilai Rp 152 juta dan motor Kawasaki Ninja tahun 2005 senilai Rp 57 juta. Total nilai kendaraan Syarifuddin mencapai Rp 209 juta. Selain itu, Syarifuddin juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp 39 juta. Syarifuddin juga mengaku memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp 672 juta. Namun, Syarifuddin juga tercatat memiliki utang sejumlah Rp 192 juta. Dengan demikian, total keseluruhan harta kekayaan Syarifuddin mencapai Rp 3,6 miliar.

Sebelum terpilih sebagai Ketua MA, Syafruddin diketahui menjabat Wakil Ketua MA bidang Yudisial sejak 3 Mei.

Pria kelahiran Baturaja, Sumatera Selatan terbilang memiliki karier cemerlang di bidang peradilan. Syarifuddin yang lahir pada 17 Oktober 1954 memulai kariernya sebagai calon hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada 1981. Dia kemudian ditempatkan sebagai hakim di PN Kutacane pada 1984. Pada akhir tahun 1990, Syarifuddin ditugaskan ke Pengadilan Negeri Lubuk Linggau hingga tahun 1995.

Baca JugaTerpilih Sebagai Ketua MA, Syarifuddin Minta Dukungan Wujudkan Badan Peradilan yang Agung

Kariernya semakin menanjak ketika diangkat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Muara Bulian, Jambi. Syarifuddin juga sempat menjabat Ketua Pengadilan Negeri Padang Pariaman dan akhirnya pulang ke kampung halaman sebagai Ketua PN Baturaja pada 1999. Pada 2003, Syarifuddin dipromosikan sebagai hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dua tahun kemudian, Syarifuddin mendapat promosi sebagai Wakil Ketua PN Bandung periode 2005-2006 dan kemudian menjadi Ketua PN Bandung pada 2006.

Karier Syarifuddin terus menunjuk. Pada 2011, Syarifuddin ditunjuk sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Palembang. Pada tahun yang sama, Syarifuddin pun mulai menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan (Bawas) MA. Syarifuddin juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA ketika masih menjabat Kepala Bawas MA.

Baca JugaTerpilih Sebagai Ketua MA, Nama Syarifuddin Segera Diserahkan ke Presiden

Tahun 2013, Syarifuddin bersama tujuh koleganya dipilih dan ditetapkan oleh Komisi III DPR sebagai Hakim Agung MA. Ketua MA pun melantik doktor lulusan Universitas Parahiyangan ini menjadi hakim agung pada 11 Maret 2013. Dua tahun berselang atau tepatnya pada 28 Mei 2015, Syarifuddin diangkat sebagai Ketua Kamar Pengawasan MA. Setahun kemudian, Syarifuddin menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial. 



Sumber: BeritaSatu.com