Ini Alasan Presiden Tak Bisa Larang Mudik

Ini Alasan Presiden Tak Bisa Larang Mudik
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / YUD Kamis, 9 April 2020 | 17:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah belum membuat aturan larangan mudik yang bisa mengikat warga dengan penegakan hukum bila tetap pulang ke kampung halaman saat Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri.

Apalagi setelah dianalisa, pemerintah menemukan ada dua kelompok masyarakat yang tidak bisa dilarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Presiden Imbau Penerima Bansos Tidak Mudik

"Tapi pemerintah juga mengkalkulasi bahwa ada dua kelompok pemudik yang tidak bisa begitu saja kita larang. Karena ada juga yang pulang kampung karena alasan ekonomi," kata Jokowi saat menggelar konferensi pers melalui teleconference dari Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Presiden Larang ASN Mudik

Kelompok pertama, lanjut Jokowi, adalah pemudik atau warga yang terpaksa pulang kampung karena masalah ekonomi, setelah diterapkannya pembatasan sosial. Sehingga penghasilan mereka menurun, bahkan kehilangan pekerjaan atau penghasilan.

"Kelompok kedua adalah warga yang mudik karena tradisi yang sudah kita miliki puluhan tahun di RI ini," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bisa saja pembatasan mudik dilakukan. Juga bisa dilakukan pengambilan keputusan larangan mudik kepada seluruh masyarakat. Namun, ia tidak mau gegabah mengambil keputusan pembatasan atau pelarangan mudik. Ia akan melihat kondisi dilapangan terlebih dahulu.

Baca juga: Menteri PAN dan RB Tegaskan Bakal Sanksi ASN yang Nekat Mudik

Artinya, kebijakannya bisa saja berubah apabila jumlah pemudik semakin meningkat. Hal itu tergantung evaluasi yang dilakukan jajarannya di lapangan.

"Sekali lagi pembatasan mudik dan kemungkinan adanya larangan mudik itu akan kita putuskan setelah melalui evaluasi di lapangan yang kita lakukan setiap hari. Kemungkinan kita akan bisa memutuskan hal berbeda setelah evaluasi di lapangan kita dapatkan," tegas Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan larangan mudik baru ditetapkan berlaku bagi sebagian masyarakat. Mereka antara lain aparatur sipil negara (ASN) dan anggota TNI-Polri.

"Sekali lagi larangan mudik bagi ASN, Polri, TNI, BUMN dan anak perusahaannya. Itu bisa saya sampaikan hari ini," tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com