IPW: Masyarakat Tidak Perlu Resah dengan Kelompok Anarko

IPW: Masyarakat Tidak Perlu Resah dengan Kelompok Anarko
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane (Foto: istimewa)
Gardi Gazarin / RSAT Minggu, 12 April 2020 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta masyarakat tidak perlu resah dengan isu yang ditebar oleh kelompok Anarko, yang disebut-sebut akan melakukan penjarahan besar-besaran pada 18 April mendatang.

Neta berkeyakinan bahwa Polri bisa dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Bahkan dia memberi apresiasi jajaran kepolisian yang sudah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi gerakan kelompok Anarko ini.

Apa yang dilakukan jajaran kepolisian tersebut adalah bagian utama dari fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama saat ini di mana masyarakat sedang resah mengadapi wabah corona.

“IPW berharap Polri bisa segera menangkap otak di balik kelompok Anarko ini. Meski hal itu sepertinya mustahil bakal terungkap,” ujar Neta kepada Beritasatu.com, Minggu (12/4/2020) sore.

Neta menyebutkan ada sesuatu yg sangat aneh dengan kemunculan kelompok Anarko ini. Tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba-tiba muncul kelompok yang disebut sebut sebagai Anarko.

"Mereka muncul dan menyebar vandalisme di mana-mana, yang seolah-olah memberitahukan bakal ada penjarahan besar-besaran pada 18 April 2020,” ujar Neta.

Menurut Neta, uniknya vandalisme tersebut sudah ada dummy-nya sehingga tinggal disemprot dengan cat pilox ke berbagai tempat, terutama tembok.

Dari sini terlihat bahwa kelompok ini secara tiba-tiba muncul dan secara tiba-tiba pula seolah-olah terlihat terstruktur, sistematis, dan masif.

Dari pola gerakannya, IPW menilai kelompok Anarko ini seperti sedang bekerja untuk menyikapi isu isu yang berkembang di masyarakat pasca pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB untuk menekan penyebaran virus corona. Artinya, kelompok Anarko ini sepertinya sedang mengukur kegelisahan publik dan sekaligus hedak mengukur kadar anarkisme di masyarakat pasca PSBB.

"Sehingga bisa disimpulkan kerusuhan dan penjarahan yang mereka sebut-sebut dalam vandalismenya  itu sendiri sebenarnya tidak ada, dan tidak akan terjadi," pungkas Neta



Sumber: BeritaSatu.com