Amnesty International Nilai Kasus Novel Baswedan Belum Tuntas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Amnesty International Nilai Kasus Novel Baswedan Belum Tuntas

Minggu, 12 April 2020 | 20:01 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Amnesty International Indonesia meminta aktor utama kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dapat diungkap dan diusut tuntas. Selama tiga tahun kasus Novel bergulir, kepolisian hanya bisa mengungkap dua terduga pelaku penyerangan Novel berinisial RM dan RB di Depok, Jawa Barat.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai, tepat tiga tahun sudah kepolisian belum bisa mengungkap aktor atau dalang utama penyerangan novel.

"Sejak penyerangan tiga tahun lalu, upaya mengungkap pelaku berjalan sangat lambat. Dua pelaku yang merupakan anggota Kepolisian aktif memang sudah ditangkap, itu pun masih meragukan," kata Usman Hamid merespon tiga tahun kasus Novel, di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Menurutnya, penyelesaian kasus Novel seharusnya tidak sampai disitu saja. Apalagi saat ini terkesan ada pihak yang sengaja dikambinghitamkan dan mendorong seolah motif kasus tersebut hanya sebatas dendam pribadi.

"Aktor-aktor lain yang terlibat harus diusut tuntas, terutama dalangnya. Bagaimana pun Novel tetap menjadi simbol kesungguhan negara melawan korupsi. Di kasus ini niat baik pemegang otoritas negara diuji, apakah hukum akan ditegakkan secara adil," ucapnya.

Saat ini Amnesty International Indonesia juga menagih komitmen Presiden Joko Widodo untuk benar-benar mengungkapkan kasus Novel. Caranya, dengan membentuk Tim investigasi yang independen dengan keahlian dan integritas yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Mereka yang didapati bertanggungjawab harus diadili, dan prosesnya harus memenuhi standar internasional tentang keadilan. Dua puluh tahun, Indonesia adalah negara yang termasuk mendukung Deklarasi PBB tentang Perlindungan Pembela HAM. Itu harus diingat dan dijalankan," ujarnya.

Kedepannya, Amnesty International Indonesia juga berharap tidak ada lagi korban seperti Novel, baik itu dari pembela HAM di bidang pemberantasan korupsi maupun lingkungan hidup yang sering berkaitan.

Kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 silam. Saat itu, Novel dalam perjalanan pulang dari Masjid Ihsan di dekat rumahnya usai melaksanakan solat subuh saat dua orang tak dikenal menyiramkan air keras ke wajahnya.

Penyerangan itu membuat mata kiri Novel rusak hingga 95 persen. Yang bersangkutan pun hampir buta dan harus menjalani rangkaian operasi di Singapura.

Sejak kejadian itu, sejumlah elemen masyarakat telah meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan dan mengusut kasus ini dengan serius dengan membentuk tim independen pencari fakta. Namun proses investigasi oleh kepolisian berjalan sangat lambat.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kemudian membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dengan menggandeng beberapa tokoh dari koalisi masyarakat untuk kasus penyerangan Novel. Tim tersebut kemudian menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM dalam insiden tersebut.

Pihak kepolisian baru membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus Novel pada awal 2019. Tim tersebut dibentuk untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi Komnas HAM.

Pada 26 Desember 2019 Polri menangkap dua terduga pelaku penyerangan Novel berinisial RM dan RB di Depok, Jawa Barat. Keduanya diketahui adalah anggota Brimob aktif.

Pelaku dijerat dakwaan primer Pasal 355 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang tindak pidana melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, serta dakwaan subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP tentang perbuatan penganiayaan yang direncanakan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Intimidasi terhadap aktivis antikorupsi bukan hanya kali ini saja terjadi. Berdasarkan catatan ICW (Indonesia Corruption Watch), terdapat 91 kasus yang memakan 115 korban dari tahun 1996-2019. Kasus terakhir menimpa dua komisioner KPK yang diteror menggunakan bom. Hal ini adalah bentuk nyata teror terhadap pembela hak asasi manusia di sektor anti-korupsi.

Mereka yang berprofesi sebagai petugas penegak hukum juga merupakan pembela hak asasi manusia sejauh ia ikut mendorong upaya-upaya pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia, seperti melalui pemberantasan korupsi, sebuah kejahatan yang bisa berakibat pada hilang atau berkurangnya kapasitas dan sumber daya negara guna memenuhi hak-hak di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Sebagai salah satu anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia memenuhi komitmen untuk melindungi para pembela hak asasi manusia sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Pembela HAM yang disepakati 22 tahun silam melalui resolusi Sidang Umum PBB.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tenaga Medis Covid-19 di Kaltim Butuh Bantuan APD

Pemerintah dinilai sepatutnya memerhatikan ketersediaan APD di setiap rumah sakit (RS).

NASIONAL | 12 April 2020

Cegah Korupsi, Polda Sumut Awasi Penyaluran Bantuan Covid-19

Polisi tidak akan memberikan toleransi kepada pihak-pihak yang ingin memperkaya diri dengan memanfaatkan bantuan pemerintah.

NASIONAL | 12 April 2020

Menkes: Rote Ndao NTT Belum Layak Terapkan PSBB

Pada 6 April 2020, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengirimkan surat permohonan PSBB kepada Menkes.

NASIONAL | 12 April 2020

Kasus Positif Covid-19 di Banten 176 Orang, 25 Orang Meninggal

Sebanyak 138 pasien masih dirawat, 13 orang dinyatakan sembuh dan 25 orang lainnya meninggal dunia.

NASIONAL | 12 April 2020

Cegah Korupsi, Sembako Keluarga Miskin di DIY Didistribusikan Door to Door

Bantuan dalam bentuk sembako akan langsung diberikan kepada penerima secara door to door.

NASIONAL | 12 April 2020

IPW: Masyarakat Tidak Perlu Resah dengan Kelompok Anarko

IPW yakin Polri bisa dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah wabah virus corona ini.

NASIONAL | 12 April 2020

Pemprov Jambi Alihkan Anggaran Rp 200 Miliar Tanggulangi Covid-19

Anggaran itu difokuskan pada penanganan dampak wabah virus corona terhadap kesehatan, ekonomi rakyat dan ketenagakerjaan.

NASIONAL | 12 April 2020

IPW: Bentrok TNI-Polri Peristiwa Memilukan

Seharusnya kedua kelompok itu bisa menahan diri dan mengendalikan emosi, apalagi dikabarkan sebelumnya sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak.

NASIONAL | 12 April 2020

Selidiki Penyebab Bentrok, Kodam Cenderawasih dan Polda Papua Bentuk Tim Gabungan

Tim Gabungan diturunkan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mendapatkan keterangan, fakta-fakta kronologis yang sebenarnya.

NASIONAL | 12 April 2020

Balita Positif Covid-19 di Purwakarta Berhasil Sembuh

Seorang balita berumur 3,5 tahun yang sebelumnya dinyatakan positif virus corona (Covid-19) dinyatakan sembuh.

NASIONAL | 12 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS