Ajudan Ungkap Pertemuan Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristiyanto

Ajudan Ungkap Pertemuan Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristiyanto
Wahyu Setiawan. (Foto: Antara)
Fana Suparman / JAS Senin, 13 April 2020 | 21:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto disebut pernah bertemu dengan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Hal itu diungkapkan ajudan Wahyu Setiawan, Rahmat yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap proses PAW anggota DPR dengan terdakwa kader PDIP, Saeful Bahri, Senin (13/4/2020).

Mulanya, Hakim Anggota Titi Sansiwi menanyakan kepada Rahmat mengenai pertemuan Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristiyanto.

"Saudara saksi, pernah tidak Pak Wahyu bertemu dengan pak Hasto Kristiyanto," tanya Titi Sansiwi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Menjawab pertanyaan Hakim, Rahmat yang bersaksi melalui telekonferensi dari kediamannya mengakutidak pernah melihat Wahyu Setiawan bertemu dengan Hasto.

"Tidak pernah," kata Rahmat.

Hakim Titi tak percaya begitu saja dengan pengakuan Rahmat. Hal ini lantaran dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Rahmat mengakui adanya sejumlah pertemuan antara Wahyu dengan Hasto.

"Di BAP saudara ada beberapa kali," kata Hakim Titi.

Rahmat kemudian membenarkan mengenai pertemuan antara Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristianto. Dikatakan Rahmat, pertemuan itu terjadi di Kantor KPU saat rekapitulasi hasil Pemilu 2019.

"Itu saat 2019 saat rekapitulasi. Pak Hasto Kristiyanto dan tim kebetulan sebagai saksi perwakilan dari DPP PDI Perjuangan datang ke kantor (KPU RI)," katanya.

Hakim Titi kembali mempertanyakan mengenai pertemuan tersebut. Termasuk berapa kali pertemuan itu terjadi.

"Berapa kali bertemunya?," tanya hakim Titi.

Menanggapi pertanyaan Hakim, Rahmat mengklaim pertemuan itu hanya sekali.

"Seingat saya kalau tidak salah itu sekali, waktu di ruangan, waktu istirahat, makan siang," jawab Rahmat.

"Setelah acara itu?," cecar Hakim Titi.

"Istirahat, jadi merokok itu biasa, bapak kan merokok," jawab Rahmat.

Hakim kemudian mendalami lebih lanjut soal pertemuan itu. Hakim mempertanyakan mengenai materi pembicaraan Wahyu dan Hasto.

"Saudara dengar tidak apa yang dibicarakan," tanya hakim Titi.

Rahmat mengaku tidak mengetahui materi pembicaraan Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristiyanto. Hal ini lantaran ruangan Rahmat berbeda dengan ruangan Wahyu.

"Tidak Bu, (pertemuan Hasto dan Wahyu) di dalam. Saya ruangannya di luar ruangan bapak (Wahyu)," katanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Saeful Bahri telah turut serta menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebesar SGD 57.350 atau setara sekitar Rp600 juta. Suap ini diberikan Saeful Bahri agar Wahyu mengupayakan KPU menyetujui permohonan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota Fraksi PDIP di DPR dari Riezky Aprilia ke Harun Masiku.

Padahal, suap itu bertentangan dengan jabatan Wahyu Setiawan selaku penyelenggara negara.

Uang suap itu diberikan kepada Wahyu secara bertahap. Jaksa mengatakan, perbuatan itu dilakukan Saeful bersama-sama dengan Harun Masiku dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina. Namun, Harun Masiku hingga kini masih buron. 

 



Sumber: BeritaSatu.com