Sebut Perawat-Dokter Setan, Pedagang Dicokok Polisi

Sebut Perawat-Dokter Setan, Pedagang Dicokok Polisi
Ilustrasi perawatan di rumah sakit (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / WM Rabu, 15 April 2020 | 19:03 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kebencian Desmaizar alias Ade kepada profesi perawat dan dokter mengantarkannya ke tahanan polisi. Pedagang berusia 41 tahun ini ditangkap Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, karena postingan di facebook milik istrinya.

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan, motif tersangka adalah karena dia mengaku pernah mendapatkan pelayanan medis yang kurang baik di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Tersangka kita tahan dengan UU ITE terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan/pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA,” kata Donny dalam keterangan tertulis Rabu (15/4/2020).

Penghinaan dan ujaran kebencian itu saat pelaku mengajak masyarakat menolak pemakaman dokter dan perawat yang terkena wabah Covid-19. Kontan Ikatan Dokter Indonesia Kota Payakumbuh dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Payakumbuh membuat laporan.

Postingan itu dilakukan pada Jumat (10/4/2020). Isinya : “Semoga makin banyak Dokter dan Perawat jadi korban Corona dan semakin banyak orang yang menolak (mereka) untuk dimakamkan. Kesombongan itu pakaian setan.”

Postingan ini kemudian viral di group facebook info kesehatan masyarakat dengan 6,6000 komentar dan 3,4000 dibagikan. Tersangka memposting kebencian tersebut menggunakan akun facebook istrinya dengan nama akun nola.bundanyaasraf.

“Tapi setelah postingan tersebut viral, tersangka datang ke Polsek Luhak Polres Payakumbuh berusaha untuk mengelabui petugas Polsek dengan memberikan laporan palsu bahwa akun facebook istrinya yang digunakan untuk memposting ujaran kebencian tersebut telah dihack orang lain,” imbuh Donny.

Pelaku bahkan sempat berfoto di Polsek Luhak dan memposting fotonya di Polsek Luhak dengan keterangan : lagi di Polsek, melaporkan bahww FB istri saya dibajak,, dan saya selaku keluarga (suami) mohon kepada teman FB untuk memaklumi atas kejadian yang menimpa istri saya.

Beuntung polisi tak tertecoh dan menangkap tersangka pada Senin (13/4/2020) kemarin di Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota. Tersangka juga telan mengakui perbuatannya menggunakan akun facebook istrinya memposting ujaran kebencian.



Sumber: BeritaSatu.com