Novel Baswedan Keberatan Cairan yang Disiram ke Wajahnya Disebut Air Aki

Novel Baswedan Keberatan Cairan yang Disiram ke Wajahnya Disebut Air Aki
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. (Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta)
Fana F Suparman / CAH Kamis, 30 April 2020 | 18:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan keberatan jika air keras yang disiram ke bagian wajahnya disebut air aki. Keberatan ini disampaikan Novel saat dihadirkan sebagai saksi korban dalam sidang perkara teror air keras dengan terdakwa dua anggota Brimob yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Dalam surat dakwaan terhadap Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut cairan yang disiram kedua terdakwa ke wajah Novel merupakan cairan asam sulfat (H2SO4).

"Saya sangat keberatan ada yang menyebut air aki," kata Novel.

Novel mengaku memiliki bukti bahwa cairan yang disiram ke wajahnya oleh dua oknum Brimob yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette bukan air aki.

Baca JugaAmnesty International Nilai Kasus Novel Baswedan Belum Tuntas

"Saya mempunyai beberapa bukti-bukti yang memastikan bahwa itu bukan air aki," tegas Novel.

Namun, belum sempat Novel menjelaskan bukti tersebut, Majelis Hakim menyanggahnya. Hakim meminta Novel menjelaskan mengenai akibat dari penyiraman yang dialaminya usai melaksanakan salat subuh pada Selasa, 11 April 2017 silam.

"Saudara saksi untuk memastikan hal itu tentunya harus memenuhi ruang pembuktian. Saudara menjelaskan saja disiram dengan akibat-akibatnya," kata Hakim.

Kepada Majelis Hakim, Novel mengungkapkan air keras yang disiram mengenai bagian wajah dan badannya. Novel pun bergegas melepas jubah yang dikenakannya.

Baca JugaTeror Novel Baswedan, 2 Anggota Polisi Didakwa Penganiayaan Berat

"Yang kena seingat saya itu muka ke bawah badan saya, tapi saat itu saya memakai jubah. Maka jubah segera saya lepas, jadi yang kena adalah muka," tutur Novel.

Akibat penyiraman air keras itu, kedua mata Novel terlihat memutih tanpa ada bola mata hitam. Hal itu diketahui Novel dari orang-orang disekitarnya dan pemeriksaan dokter di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Hingga kini, Novel mengaku belum dapat melihat dengan jelas orang-orang di sekitarnya. Mata sebelah kiri Novel tidak bisa lihat sama sekali.

"Dan yang kanan dari Singapura mata saya engga bisa diobati dan saya lihatnya (agak buram). jadi saya sangat keberatan ketika ada yang menyebut air aki," tegasnya.

Sebelumnya, JPU membeberkan salah satu terdakwa dalam kasus ini, Rahmat Kadir Mahulette mendapat cairan asam sulfat untuk melukai Novel Baswedan. Cairan itu diambil Rahmat usai melaksanakan apel pagi di Satuan Gegana Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dalam surat dakwaan Jaksa disebutkan Rahmat membawa asam sulfat itu ke rumahnya untuk kemudian menuangkan ke dalam mug bewarna loreng hijau. Asam sulfat itu kemudian ditambahkan dengan air. 



Sumber: BeritaSatu.com