Usai Disiram Air Keras, Novel Mengaku Hubungi Tito Karnavian

Usai Disiram Air Keras, Novel Mengaku Hubungi Tito Karnavian
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: Antara / Fianda Rassat)
Fana F Suparman / CAH Kamis, 30 April 2020 | 19:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku sempat menghubungi Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang saat itu menjabat Kapolri sesaat setelah diteror dengan disiram air keras di sekitar rumahnya pada Selasa, 11 April 2017 silam. Dalam komunikasi itu, Novel mengaku, Tito Karnavian akan memerintahkan jajarannya untuk merespon teror yang dialami Novel.

Hal ini diungkapkan Novel saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan teror air keras dengan terdakwa dua anggota Brimob yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

"Pada saat saya diserang, saya hubungi Pak Kapolri, Pak Tito Karnavian dan kemudian beliau menyampaikn akan perintahkan staf jajarannya untuk merespon," kata Novel kepada majelis hakim.

Usai menghubungi Tito Karnavian, Novel kemudian dihubungi oleh Komjen M Iriawan yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Tak lama kemudian, Iriawan langsung menemui Novel Baswedan.

Baca JugaNovel Baswedan Keberatan Cairan yang Disiram ke Wajahnya Disebut Air Aki

"Tak lama saya dihubungi oleh Pak Kapolda Metro pada saat datang pertama kali, datang Pak Kapolda Metro, Pak M Iriawan, rasanya juga ada Ketua KPK Pak Agus Rahardjo,” terangnya.

Majelis Hakim kemudian mempertanyakan respon Iriawan saat bertemu dengan Novel.

“Apa yang disampaikan pak Kapolda?,” tanya Hakim.

“Beliau menyesalkan yang sudah terjadi seperti merasa kecolongan dan beliau menyebut beberapa kali nama orang yang kemudian dia sebut jangan-jangan ini jenderal'. Kurang lebih begitu,” ungkap Novel.

“Ada lagi yang disampaikan pak Kapolda?,” tanya Hakim lagi.

Menjawab hal ini, Novel menuturkan, saat itu, Iriawan mengatakan akan menelusuri kasus teror tersebut.

“Pak Kapolda menyampaikan akan segera melakukan penelusuran,” jawab Novel.

Dalam perkara ini, dua anggota Brimob Polri, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis didakwa melakukan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka berat. Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan terluka sehingga kornea mata kanan dan kirinya terancam buta.

Kedua terdakwa yang merupakan polisi aktif tersebut melakukan perbuatannya dengan alasan dendam lantaran Novel Baswedan dianggap telah mengkhianati institusi Polri.



Sumber: BeritaSatu.com