Mantan Napi Asimilasi Perkosa Korbannya Sebelum Lakukan Mutilasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mantan Napi Asimilasi Perkosa Korbannya Sebelum Lakukan Mutilasi

Jumat, 8 Mei 2020 | 19:06 WIB
Oleh : Arnol Sianturi / EHD

Medan, Beritasatu.com - Dua mantan narapidana (napi) yang mendapatkan kebebasan setelah menerima program asimilasi pemerintah pascapenyebaran Covid-19, Jefri (24) dan Mikhael (22), sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Elvina pada Rabu (6/5/2020) di Komplek Cemara Medan, sampai Jumat (8/5/2020) sore, masih menjalani pemeriksaan.

"Sebelum melakukan pembunuhan, Jefri terlebih dahulu memperkosa korbannya di dalam rumahnya (lokasi pembunuhan). Tubuh korban ditusuk menggunakan pisau berulang kali. Setelah itu, Jefri menyuruh Mikhael membeli bensin dan kemudian membakar tubuh korban," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar di Medan, Jumat (8/5/2020).

Jefri dan Mikhael mengenal Elvina melalui jaringan media sosial (Medsos). Awalnya, Jefri yang dekat dengan Elvina. Namun, belakangan korban juga berkenalan dengan Mikhael. Keduanya disebut - sebut berpacaran dan Jefri mengetahui hal tersebut. Diduga, ini motif pembunuhan itu. Bahkan, sampai mereka dibebaskan setelah mendapatkan program asimilasi pemerintah. Jefri dan Mikhael menjalani hukuman atas kasus cabul.

Ronny mengatakan, pihaknya masih menetapkan tiga orang sebagai pelaku utama di balik kasus tersebut. Selain Jefri dan Mikhael, polisi juga menetapkan status tersangka terhadap Ibu Jefri. Wanita ini juga mempunyai peranan setelah mengetahui Elvina tewas akibat dihabisi anaknya tersebut.

"Jefri merupakan sebagai pelaku utama yang merencanakan dan menghabisi korban. Peranan Mikhael mengantar korban ke rumah Jefri menggunakan sepeda motor, dan membeli bensin untuk membakar wanita teman dekatnya itu. Jefri yang membakar jenazah korban, kemudian memotong tubuh korban," ungkapnya.

Setelah melakukan pembantaian itu, sambung Ronny, Jefri meminta Mikhael supaya mengbungi ibunya. Orang tua Jefri kemudian datang ke rumah dan terkejut melihat jenazah korban.

Bukan menyuruh memberikan laporan ke polisi, ibu Jefri justru membantu anaknya mencari kardus untuk memasukkan jenazah korban. Bahkan, ibu Jefri turut memplester kardus berisi jenazah itu.

"Ibu Jefri juga ingin menyelematkan anaknya dari ancaman hukuman. Sesuai yang disampaikan Jefri, Mikhael harus mengakui bahwa dirinya yang membunuh Elvina. Mikhael kemudian menuruti kemauan Jefri bersama ibunya. Untuk menguatkan bukti sebagai pelaku utama, Mikhael disuruh menuliskan surat cinta. Isinya, dia sengaja menghabisi korban karena saking cintanya, dan hubungannya tidak direstui orangtua korban," katanya.

Selesai menuliskan surat itu, Jefri bersama ibunya memberikan penekanan kepada Mikhael supaya tidak berubah pikiran, dan harus mengakui sebagai pelaku pembunuhan. Orangtua Jefri kemudian menghubungi ibu Mikhael supaya datang ke lokasi kejadian. Saat itu, ibu Mikhael terkejut dan meminta anaknya itu harus bertanggungvjawab.

"Tidak lama setelah itu, Mikhael meminum cairan serangga. Racun itu diminum atas suruhan Jefri bersama ibunya. Tujuannya, penyelidikan atas kasus pembunuhan jika diketahui polisi akan dihentikan. Sehingga, Jefri lolos dari hukuman. Namun, Mikhael tidak tewas melainkan hanya pingsan. Kasus ini yang membuka tabir si Jefri sebagai otak pelaku pembunuhan," ungkapnya.

Kasus pembunuhan terhadap Elvina ini dilakukan Rabu (6/5/2020) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, kasus ini menggegerkan masyarakat pada malam harinya. Saat itu, polisi turun ke lokasi kejadian. Mikhael yang dalam keadaan pingsan langsung diobati pihak medis. Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti sepucuk surat cinta, sepeda motor Honda Vario 150 BK 3436 AIN berwarna hitam, 2 bilah pisau, 1 buah martil, 1 buah helm berwarna hitam, 1 buah kardus dan 1 buah masker.

Selain itu, polisi juga mengamankan pulpen, lakban, 1 botol anti nyamuk dan stela, 4 unit telepon genggam(hp), pakaian dalam, 1 buah handphone dalam kondisi terbakar, serta Sim A dan Sim C atas nama Lim Ju Hon.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Monex Investindo Salurkan 20.000 Paket Bantuan Covid-19

Monex Investindo melibatkan seluruh kantor cabang dalam pemberian bantuan Covid-19 untuk masyarakat.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Mantan Pegawai Unggap Fakta Baru Penipuan Nasabah Indosurya

Seorang mantan pegawai Indosurya membuka fakta baru dugaan penipuan besar-besaran sejak awal yang diupayakan oleh pemilik perusahaan itu terhadap nasabahnya.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Pemkot Bengkulu Prioritaskan Bansos untuk Warga Miskin Terdampak Covid-19

Helmi Hasan mengatakan, bantuan sembako berupa beras dan mi instan diprioritaskan untuk warga miskin yang terdampak wabah virus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Siloam Hospitals Donasi 1.000 VTM Swab kepada Dinkes Surabaya

Kelompok RS Siloam melalui Siloam Hospitals Surabaya mendonasikan 1.000 VTM "swab" kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Seluruh Wilayah Banda Aceh Terendam Banjir

Saat ini hujan sejak Kamis kemarin mengakibatkan seluruh wilayah di Kota Banda Aceh terendam banjir.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Mensos: Presiden Perintahkan Bansos Sembako dan Tunai Selesai Sebelum Idulfitri

Presiden Jokowi meminta agar penyaluran Bansos Sembako dan Tunai bisa diselesaikan sebelum Hari Raya Idulfitri.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Tb Hasanuddin: Validasi Organisasi di AL dan AU Tidak Mudah

Validasi organisasi yang semestinya telah dijalankan di semua matra TNI, ternyata belum berjalan di Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

NASIONAL | 8 Mei 2020

Kemsos Baru Dapatkan Data 7,8 Juta Penerima BLT Covid-19

Pemerintah menargetkan sebanyak 9 juta KK yang akan menerima BLT Corona.

NASIONAL | 8 Mei 2020

Paket Sembako Bantuan Presiden Tiba di Makassar

10.000 paket sembako bantuan Presiden Joko Widodo tiba di Gedung Bulog, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2020).

NASIONAL | 8 Mei 2020

Menko PMK: Kasus Covid-19 di Indonesia Turun Tetapi Tidak Drastis

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan ada kecenderungan angka kasus positif corona atau Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, walaupun tak terlalu drastis.

NASIONAL | 8 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS