Inovasi Layanan QR Code Rupbasan Pangkal Pinang Diapresiasi

Inovasi Layanan QR Code Rupbasan Pangkal Pinang Diapresiasi
Rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Kelas II melakukan inovasi pelayanan dengan menggunakan kode respon cepat (QR Code). ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 22 Mei 2020 | 21:47 WIB

Pangkalpinang, Beritasatu.com - Tim audit Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM memuji inovasi pelayanan dengan menggunakan kode respon cepat (QR Code) yang dilakukan Rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Kelas II Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Pelayanan di Rupbasan tersebut dinamai Self Servive QR Code System dimana pelayanan tersebut memberikan kemudahan masyarakat dan stakeholder untuk mendapatkan informasi mengenai status dan keadaan benda sitaan serta barang rampasan negara. 

"Ini inovasi yang bagus. Saya salut karena Rupbasan Pangkalpinang memberikan kesempatan pemilik basan (benda sitaan negara) untuk melakukan perawatan mandiri dan menyediakan QR code. Inovasi ini tidak melanggar SOP pusat. Ini bukti sinergi antara kondisi nyata di lapangan dengan anggaran yang terbatas sementara itu barang harus tetap dirawat dan ini akan kita terapkan di tempat lainnya guna memberikan kemudahan kepada masyarakat," ujar Moko Handoko selaku salah satu tim Audit Irjen Kemkumham dalam keterangan pers yang diberikan kepada media, Jumat (22/5/2020).

Kepala Rupbasan Pangkalpinang Andri Ferly menjelaskan perbaikan yang dilakukannya meliputi pelayanan penitipan, perawatan, pengeluaran dan pemusnahan yang semata-mata untuk menutup celah dari penyimpangan dan praktek pungli (pungutan liar).

"Kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik yang berkualitas memberi semangat kepada kami untuk memiliki komitmen bersama dalam membangun Zona Integritas dan mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi," tandas Ferly.



Sumber: BeritaSatu.com