Polri Diharapkan Terus Bongkar Sindikat Narkoba Internasional

Polri Diharapkan Terus Bongkar Sindikat Narkoba Internasional
Ilustrasi sabu-sabu (ant)
Carlos KY Paath / WBP Senin, 25 Mei 2020 | 15:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan berharap agar Polri terus membongkar sindikat narkoba internasional. Sebab narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat menghancurkan generasi muda penerus bangsa.

"Polri harus bisa ungkap juga jaringan orang Pakistan dan Yaman ini. Agak surprise (mengejutkan) jaringan Timur Tengah ini. Kita dukung Polri terus bongkar sindikat narkoba internasional," kata Trimedya kepada wartawan, Senin (25/5/2020).

Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran 821 kg narkoba jenis sabu. Pelaku warga negara asing (WNA) berasal dari Pakistan dan Yaman. Trimedya meminta Polri mengusut lebih jauh kasus tersebut.

Baca juga: Upaya Polri Gagalkan Peredaran Sabu Hampir 1 Ton Diapresiasi

Trimedya mengapresiasi kinerja Polri dalam kasus tersebut. Komisi III sebagai mitra kerja Polri di DPR mendukung penuh setiap langkah pemberantasan narkoba.

"Kita sangat apresiasi. Temuan narkoba hampir 1 ton itu bukan jumlah sedikit, tapi sangat besar. Disampaikan dalam rilis Kabareskrim dan kalau kita lihat diduga nilainya hampir setengah triliun," ucap Trimedya.

Trimedya menambahkan penegakkan hukum terhadap para pelaku sepatutnya dilaksanakan dengan tegas. Trimedya pun meminta Polri agar dalam pemusnahan barang bukti, barang haram itu tidak ada yang tersisa.

"Kita harus kawal penegakan hukumannya. Barang bukti yang diterima itu jangan sampai ada yang tidak dimusnahkan," imbuh politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Menurut Trimedya, Kapolri Jenderal Idham Azis perlu memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional. Tujuannya dalam rangka memotivasi anggota Polri.

"Patut kita acungi jempol tim yang bertugas itu. Kapolri perlu mempertimbangkan memberikan reward kepada mereka itu. Tentu tidak sedikit waktu tenaga bahkan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk mengungkap itu," tegas Trimedya.

Sebelumnya, hasil pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Penangkapan pelaku dilaksanakan pada Jumat (21/5/2020).

Dua orang pelaku ditangkap di ruko di Jalan Takari, Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten. Kasus itu telah diselidiki sejak desember 2019.

"Mereka mencoba menyamarkan sabu-sabu tersebut dengan buah asam kranji. Pelaku yang kami amankan inisial BA dari Pakistan dan AS dari Yaman," ungkap Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, Sabtu (23/5/2020).



Sumber: BeritaSatu.com