Kasus Didu, Mantan Jurnalis Dipanggil Ulang

Kasus Didu, Mantan Jurnalis Dipanggil Ulang
Akhirnya Said Didu Penuhi Panggilan Bareskrim Polri (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Farouk Arnaz / EHD Selasa, 26 Mei 2020 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyelidikan kasus yang menjerat Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu (MSD) oleh Dit Siber Bareskrim terus berlanjut. Namun pemeriksaan terhadap saksi bernama Hersubeno Arief (HA), yang mewawancatai Said Didu dan berujung kontroversi itu, belum terlaksana.

“HA tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebagai saksi pada Selasa, 19 Mei 2020. Melalui kuasa hukumnya, HA beralasan tidak hadir dikarenakan situasi pendemi Covid-19,” kata Kabag Penum Kombes Ahmad Ramadhan melalui saluran medsos Polri Selasa (26/5/2020).

Hersubeno adalah mantan jurnalis yang kenyang pengalaman di sejumlah media massa nasional. Belum jelas kapan dia akan dipangggil ulang.

Seperti diberitakan Said Didu belakangan ini disibukkan atas pernyataannya di kanal YouTube Muhammad Said Didu yang berjudul "Luhut: Hanya Pikirkan Uang, Uang, dan Uang" yang di-upload pada 27 Maret.

Video berdurasi 22 menit 44 detik tersebut dianggap menusuk Luhut. Jubir Kemenko Marves, Jodi Mahardi, meminta Said Didu meminta maaf dan jika dalam 2x24 jam tidak ada permintaan maaf pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Said Didu ternyata hanya mengirimkan surat klarifikasi dan menyatakan itu merupakan bentuk kritik yang ditujukan pada Luhut selama mengatasi pademi Covid-19. Dia menilai Luhut lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan bidang investasi termasuk Ibukota Negara baru.

Buntutnya Said Didu pun dilaporkan ke polisi dengan sejumlah pasal. Mulai dari Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut pengacara Luhut Arief Patramijaya, Luhut juga telah diperiksa polisi sebagai saksi korban.
Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim pada 8 April 2020.

 



Sumber: BeritaSatu.com