Suap Eks Komisioner KPU, Kader PDIP Dihukum 1 Tahun 8 Bulan Penjara

Suap Eks Komisioner KPU, Kader PDIP Dihukum 1 Tahun 8 Bulan Penjara
Saeful Bahri masuk ruang tahanan KPK. (Foto: Beritasatu.com)
Fana Suparman / JAS Kamis, 28 Mei 2020 | 16:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan terhadap kader PDI Perjuangan (PDIP), Saeful Bahri.

Majelis Hakim menyatakan, Saeful terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah bersama-sama caleg PDIP Harun Masiku memberikan suap kepada mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Bawaslu yang juga kader PDIP Agustiani Tio Fridelina.

Suap ini diberikan dengan tujuan Wahyu mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP periode 2019-2024 dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

"Menyatakan Terdakwa Saeful Bahri telah terbukti secara sah yang meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Panji Surono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Hukuman terhadap Saeful Bahri ini lebih rendah daripada tuntutan Jaksa Penuntut KPK. Sebelumnya, Jaksa menuntut agar Saeful Bahri dihukum 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Majelis Hakim menilai perbuatan Saeful Bahri tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Saeful Bahri sebagai kader partai PDIP juga tidak memberikan contoh yang baik. Sementara untuk hal yang meringankan, Saeful dianggap berlaku sopan dalam persidangan, memiliki keluarga, dan belum pernah dihukum.

Atas vonis tersebut, Saeful Bahri selaku terdakwa mengaku menerima putusan Majelis Hakim, sementara Jaksa KPK memutuskan untuk pikir-pikir.

Diketahui, Jaksa KPK sebelumnya menuntut Saeful Bahri untuk dihukum 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini Saeful Bahri bersama-sama Harun Masiku menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan melalui Agustiani Tio Fridelina.

Suap sebesar SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta yang diberikan secara bertahap itu bertujuan agar Wahyu mengupayakan KPU menyetujui permohonan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Fraksi PDIP dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku yang hingga kini masih buron. 



Sumber: BeritaSatu.com