ICW Sudah Prediksi Vonis Ringan Kader PDIP Penyuap Eks Komisioner KPU

ICW Sudah Prediksi Vonis Ringan Kader PDIP Penyuap Eks Komisioner KPU
Saeful Bahri masuk ruang tahanan KPK. (Foto: Beritasatu.com)
Fana F Suparman / WM Jumat, 29 Mei 2020 | 19:22 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku tak heran dengan vonis ringan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadap kader PDIP, Saeful Bahri atas perkara suap pengurusan PAW Anggota DPR.

Saeful diketahui dihukum 1 tahun 8 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan lantaran terbukti bersama caleg PDIP Harun Masiku menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan untuk mengupayakan agar KPU menyetujui permohonan PAW PDIP dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil Sumsel 1 kepada Harun Masiku.

ICW mengaku sudah memprediksi vonis terhadap terdakwa perkara suap PAW bakal rendah.
"Sedari awal ICW memang sudah memprediksi bahwa vonis-vonis dalam perkara korupsi yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku akan sangat rendah," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Jumat (29/5/2020).

Putusan terhadap Saeful semakin menambah daftar panjang vonis ringan perkara korupsi. Berdasarkan catatan ICW, sepanjang tahun 2019 rata-rata vonis perkara korupsi hanya 2 tahun 7 bulan penjara.

Menurut Kurnia, vonis rendah terhadap Saeful Bahri tidak bisa dilepaskan dari kerja penuntutan KPK yang terlihat menganggap enteng perkara ini. Hal ini tercermin dari tuntutan Jaksa KPK yang hanya menuntut Saeful Bahri untuk dihukum 2 tahun 6 bulan penjara.



Sumber: BeritaSatu.com