KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Lain di Kasus Suap PAW Caleg PDIP

KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Lain di Kasus Suap PAW Caleg PDIP
Ali Fikri. (Foto: Antara)
Fana F Suparman / CAH Minggu, 31 Mei 2020 | 19:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal terus mengembangkan kasus suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan caleg PDIP Harun Masiku. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan hukum 1 tahun 8 bulan pidana penjara terhadap kader PDIP, Saeful Bahri karena terbukti bersama-sama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

Sementara, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio saat ini masih menjalani proses persidangan.

Baca Juga: KPK Klaim Masih Buru Harun Masiku

Plt Jubir KPK, Ali Fikri menyatakan, pihaknya menunggu salinan lengkap putusan Saeful Bahri untuk menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk mengembangkan kasus ini.

"Untuk pengembangan tentu kami masih menunggu putusan lengkap, untuk dipelajari lebih lanjut," kata Ali saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2020).

Tak tertutup kemungkinan dalam pengembangan kasus ini, KPK bakal menjerat pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Ali menegaskan, KPK tak ragu menjerat pihak lain jika ditemukan bukti permulaan yang cukup. 

Baca Juga: Suap Eks Komisioner KPU, Kader PDIP Dihukum 1 Tahun 8 Bulan Penjara

"Apabila dari analisa Penuntut Umum, fakta-fakta hukum dan pertimbangan majelis hakim ternyata ditemukan dua bukti permulaan yang cukup adanya dugaan keterlibatan pihak lain, maka tentu akan ditindaklanjuti," tegasnya.

Ali mengatakan, sejauh ini tim Jaksa Penuntut KPK masih mempertimbangkan langkah hukum berikutnya atas vonis Saeful Bahri. Hukuman terhadap Saeful Bahri lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut KPK yang menuntutnya untuk dihukum 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Mengenai putusan Majelis Hakim PN Tipikor Pusat yang menjatuhkan putusan kepada Terdakwa Saeful Bahri, sikap JPU KPK adalah masih pikir-pikir dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan hukum acara pidana," kata Ali. 

 



Sumber: BeritaSatu.com