Peras Kades, Tiga Anggota LSM Ditangkap Polisi

Peras Kades, Tiga Anggota LSM  Ditangkap Polisi
Ilustrasi pemerasan. (Foto: istimewa)
Usmin / DAS Jumat, 29 Mei 2020 | 16:39 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Tiga orang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), SA, TB dan MA di Bengkulu Utara ditangkap karena diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Muara Santan, Kecamatan Napal Putih, Darwin.

Dalam kasus yang sama  anggota Reskrim Polres Bengkulu Utara menangkap seorang oknum anggota badan musyawarah desa setempat, YU. Dengan demikian tersangka dalam kasus dugaan pemerasan Kades Air Santan, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara ini menjadi empat orang.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto membenarkan kejadian tersebut. "Sekarang 4 orang tersangka berikut barang bukti uang tunai yang disita di TKP sebesar Rp 5 juta kita amankan di Mapores Bengkulu Utara untuk kepentingan proses hukum selanjutnya," ujarnya, Jumat (29/5/2020).

Dijelaskan, awalnya para tersangka meminta uang kepada Kades Muara Santan sebanyak Rp 50 juta karena pelaksanaan proyek dana desa di desa tersebut banyak kenjanggalan alias tidak dilaksanakan dengan baik sesuai petunjuk teknis. Kades Muara Santan, Darwin, menolak memenuhi permintaan karena tidak memiliki uang sebanyak itu.

Darwin hanya menyanggupi sebesar Rp 5 juta. Tawaran kades itu sempat ditolak para tersangka meski akkhirnya diterima oleh tersangka. Pada saat para tersangka menerima uang  anggota Polres Bengkulu Utara bergerak dan menangkap mereka. Tanpa perlawanan, keempat tersangka langsung digelandang ke Mapoolres guna menjalani pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan dari para tersangka, kata Kapolres akan dikembangkan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. "Kami periksa semua pihak yang terrkait dalam kasus ini tanpa terkecuali. Sepanjang mereka ada bukti terlibat dalam akan kita proses secara hukum," ujarnya.

Kasus oknum anggota LSM memeras kades  sebelumnya pernah terjadi. Pengurus LSM di Kabupaten Kepahiang memeras kades tertangkap tangan oleh polisi pada awal tahun 2020. Tersangka pasangan suami istri ditangkap dengan barang bukti Rp 20 juta. Perkaranya sudah divonis PN Bengkulu dengan hukuman satu tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com