Polisi: Teroris Penyerang Polsek Pemain Tunggal

Polisi: Teroris Penyerang Polsek Pemain Tunggal
Barang bukti Pelaku yang menyerang Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (1/6/2020) (Foto: istimewa)
Farouk Arnaz / YS Selasa, 2 Juni 2020 | 16:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Polisi mengatakan, pelaku yang menyerang Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (1/6/2020) pukul 02.15 WITA dini hari adalah pelaku tunggal.

“Dia adalah lone wolf. Dia mempelajari pengetahuan itu dari internet, belajar sendiri, membaca sendiri, memprediksi sendiri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui saluran medsos Polri, Selasa (2/6/2020).

Seperti diberitakan, di Hari Lahir Pancasila kemarin, Brigadir Leonardo Latipapua yang berada di ruang SPKT Polsek menjadi sasaran pelaku.

Korban yang kini naik pangkat setingkat lebih tinggi ditemukan tewas dengan luka bacokan samurai.

Dijelaskan, saat kejadian ada tiga anggota SPKT Polsek Daha Selatan yang melaksanakan piket jaga malam. Mereka adalah, mendiang Leonardo (Ka SPKT III), Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, dan Bripda M Azmi.

Awaslnya, sekitar pukul 02.15 WITA, Bripda Azmi mendengar keributan di ruang SPKT. Saat kejadian itu, dia berada di ruangan unit Reskrim. Kemudian Azmi mendatangi ruangan SPKT dan melihat Leonardo mengalami luka bacok.

Azmi lalu mendatangi Kanit Intel Brigadir Sahat untuk minta tolong dan bersama-sama mendatangi ruang SPKT. Di sana, pelaku melawan dan sempat mengejar keduanya dengan samurai.

Sahat, yang juga terkena sabetan, meminta pelaku untuk menyerah, namun dia tidak mau menyerah sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku.

Pelaku sempat dibawa ke RSUD Hasan Basry Kandangan, namun akhirnya tewas.

 



Sumber: Suara Pembaruan