Jokowi: Program Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Bisa Cegah PHK

Jokowi: Program Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Bisa Cegah PHK
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / BW Rabu, 3 Juni 2020 | 11:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) harus memberikan manfaat nyata kepada pelaku usaha, utamanya sektor industri padat karya agar mereka tetap mampu beroperasi.

“Ini penting dan mencegah terjadinya PHK (pemutusan hubungan kerja) yang masif dan mampu mempertahankan daya beli para pekerjanya, para karyawannya,” kata Jokowi saat memimpin ratas tentang penetapan program PEN dan perubahan postur APBN tahun 2020 melalui video konferensi di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Jokowi mengingatkan sektor padat karya harus menjadi perhatian. Sebab, sektor tersebut mampu menampung banyak tenaga kerja. Kalau tidak mendapatkan perhatian, maka dikhawatirkan akan menimbulkan guncangan ekonomi dalam sektor ini dan akan berdampak pada pekerjanya.

"Karena menampung tenaga kerja yang banyak, sehingga guncangan ekonomi pada sektor ini akan berdampak pada pekerja, dan kepada ekonomi para keluarganya," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menuturkan, tantangan terbesar pemerintah Indonesia adalah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat dan segera dieksekusi dengan cepat. Sehingga, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terkoreksi lebih dalam.

Diungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I hanya tumbuh 2,97%. Ia berharap kuartal II, III, dan IV, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak merosot lebih dalam.

Oleh karena itu, Jokowi meminta skema pemulihan ekonomi yang telah dirancang seperti subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank-bank yang terdampak restrukturisasi, penjaminan kredit modal kerja, kemudian PMN untuk BUMN, dan investasi pemerintah untuk modal kerja segera dilaksanakan di lapangan.



Sumber: BeritaSatu.com