Teroris Penyerang Polsek Bukan Pemain Tunggal

Teroris Penyerang Polsek Bukan Pemain Tunggal
Barang bukti Pelaku yang menyerang Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (1/6/2020) (Foto: istimewa)
Yeremia Sukoyo / YS Kamis, 4 Juni 2020 | 07:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teroris pelaku penyerangan anggota Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) diyakini bukanlah pemain tunggal atau lone wolf.

Dari latarbelakangnya, pelaku yang telah menewaskan satu anggota polisi itu merupakan salah satu sel jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kalsel.

"Saya berpendapat dia bukan lone wolf. Pasti ada kenalan atau jejaring yang membantunya. Jaringan JAD di Kalimantan Selatan," kata analis Intelijen Ridlwan Habib, di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Pengamat teroris Universitas Indonesia (UI) itu mengingatkan masih adanya eksistensi dari jaringan JAD di Kalsel dan daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia. Kepolisian pun diminta untuk dapat menelusuri secara tuntas latar belakang pelaku teror yang menewaskan satu anggotanya tersebut.

"Itu tugas polisi mengungkap. Bisa diungkap dengan forensik HP pelaku, juga pemeriksaan digital forensik laptop atau komputer pelaku," ujar dia.

Sebelumnya, disebut-sebut pelaku yang menyerang Polsek Daha Selatan pada Senin (1/6/2020) pukul 02.15 WITA dini hari adalah pelaku tunggal.

"Dia adalah lone wolf. Dia mempelajari pengetahuan itu dari internet, belajar sendiri, membaca sendiri, memprediksi sendiri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Penyerangan kantor Polsek dilakukan tepat di Hari Lahir Pancasila. Akibat penyerangan tersebut Brigadir Leonardo Latipapua yang berada di ruang SPKT Polsek menjadi sasaran pelaku dan tewas akibat luka bacokan samurai.



Sumber: Suara Pembaruan