Said Didu Belum Jadi Tersangka

Said Didu Belum Jadi Tersangka
Mantan Sekertaris Kementrian BUMN Said Didu, usai diambil sumpahnya dan dihadirkan sebagai saksi fakta oleh pemohon (BPN) dalam sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu 19 Juni 2019. (Foto: SP/Joanito De Saojoao.)
Farouk Arnaz / CAH Kamis, 11 Juni 2020 | 14:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu (SD) masih bisa bernafas lega. Mabes Polri masih belum meningkatkan kasusnynya menjadi penyidikan.

“Belum ada penetapan tersangka SD, proses sidik masih berjalan dan saat ini penyidik menunggu hasil analisa digital forensik dari barang bukti,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono Kamis (11/6/2020). 

Bantahan Alwi ini menyusul beredarnya surat Dittipidsiber Bareskrim tertanggal 10 Juni 2020 yang isinya Dirtipidsiber akan melakukan serangkaian gelar perkara peningkatan status tersangka juga memanggil dan memeriksa Said Didu.

Baca Juga: Dilaporkan Menko Luhut, Said Didu Diperiksa Bareskrim 12 Jam

Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber Kombes Golkar Pangarso atas nama Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim.

Seperti diberitakan Said Didu belakangan ini disibukkan atas pernyataannya di kanal YouTube Muhammad Said Didu yang berjudul Luhut: Hanya Pikirkan Uang, Uang, dan Uang yang diupload pada 27 Maret.

Baca JugaKasus Said Didu Segera Gelar Perkara

Video berdurasi 22 menit 44 detik tersebut dianggap menusuk Luhut. Jubir Kemenko Marves, Jodi Mahardi, meminta Said Didu meminta maaf dan jika dalam 2x24 jam tidak ada permintaan maaf pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Buntutnya Said Didu pun dilaporkan ke polisi dengan sejumlah pasal. Mulai dari Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut pengacara Luhut Arief Patramijaya, Luhut juga telah diperiksa polisi sebagai saksi korban. Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim pada 8 April 2020.



Sumber: BeritaSatu.com